Teknik Pengumpulan Data Penelitian

Sobat Teras,

Pengumpulan data merupakan kegiatan mencari data di lapangan yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian. Oleh karena itu, validitas instrumen pengumpulan data serta kualifikasi pengumpul data sangat diperlukan untuk memperoleh data yang berkualitas.

Secara umum, data terbagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan, sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari lapangan.

 

Pengumpulan Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan penelitian. Untuk mendapatkan data primer kita dapat menggunakan beberapa cara, seperti survei, observasi, dan diskusi terfokus.

 

Survei

Survei adalah metode pengumpulan data dan informasi dari subjek penelitian dengan menggunakan instrumen berupa angket atau kuesioner. Angket adalah sebuah instrumen yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data dengan menyebarkan sejumlah daftar pertanyaan kepada responden untuk dijawab, kemudian dikembalikan kepada peneliti.

Angket memiliki beberapa kelebihan dibandingkan instrumen pengumpulan data lainnya.

  1. Tidak memerlukan kehadiran peneliti
  2. Dapat menjangkau responden dalam jumlah banyak
  3. Isi pertanyaan seragam untuk semua responden
  4. Dapat dibuat anonim (tanpa menyebutkan identitas responden) sehingga responden bebas menjawab
  5. Dapat dijawab menurut kesempatan yang dimiliki responden

Pertanyaan dalam angket dapat dibedakan menjadi empat, yaitu angket dengan pertanyaan tertutup, terbuka, semiterbuka, dan kombinasi terbuka dan tertutup.

Angket dengan pertanyaan tertutup

Dalam angket dengan pertanyaan tertutup, jawaban sudah disediakan. Responden tinggal memilih jawaban sesuai pertanyaan yang dimaksud, seperti jawaban Ya dan Tidak. Pada angket jenis ini, responden tidak diberi kesempatan memberikan jawaban lain.

Angket dengan pertanyaan terbuka

Dalam angket dengan pertanyaan terbuka, responden diberi kebebasan untuk menjawab pertanyaan dengan kalimat sendiri. Dalam pertanyaan-pertanyaan tersebut, responden memiliki jawaban sendiri sehingga akan ada keragaman jawaban yang diberikan.

Angket dengan pertanyaan semiterbuka

Pada angket dengan pertanyaan semiterbuka, responden menjawab pertanyaan dengan jawaban yang telah tersedia. Namun, responden masih diberikan kebebasan untuk memberikan jawaban alternatif apabila jawaban yang tersedia tidak atau kurang sesuai.

Angket dengan kombinasi pertanyaan tertutup dan terbuka

Pada angket dengan kombinasi pertanyaan tertutup dan terbuka ini, responden menjawab pertanyaan dengan jawaban yang telah disediakan, kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka.

 

Wawancara

Wawancara adalah metode pengumpulan data dalam bentuk komunikasi langsung antara peneliti dan responden. Komunikasi tersebut berlangsung dalam bentuk tanya jawab sambil bertatap muka antara peneliti dan responden.

 

Macam-macam wawancara

  1. Wawancara tidak terstruktur, adalah wawancara yang hanya memuat garis-garis besar pertanyaan. Wawancara disesuaikan dengan garis besar pertanyaan yang telah dipersiapkan. Jenis wawancara ini cocok untuk penelitian kasus.
  2. Wawancara berstruktur, adalah wawancara yang disusun secara terperinci, seperti halnya kuesioner. Wawancara terstruktur terdiri dari sederetan pertanyaan dengan jawaban responden dibatasi pada beberapa alternatif jawaban tertentu. Pewawancara memberikan tanda centang (V) pada pilihan jawaban yang telah tersedia.

Observasi

Observasi adalah aktivitas pencatatan fenomena yang dilakukan secara sistematis. Observasi bertujuan memperoleh data secara langsung dari lapangan. Observasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap.

Cara observasi yang paling efektif adalah dengan menggunakan pedoman observasi. Pedoman tersebut berisi poin-poin kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi. Selanjutnya, peneliti sebagai seorang pengamat tinggal memberikan tanda centang (V) pada kolom yang dikehendaki pada pedoman tersebut.

 

Instrumen observasi

Observasi dapat dilaksanakan dengan beberapa instrumen berikut

  1. Daftar riwayat kelakuan (anecdotal record), adalah catatan acak yang dibuat peneliti setiap kali mengamati kelakuan-kelakuan luar biasa yang ditampilkan responden.
  2. Skala penilaian (rating scale), digunakan untuk menetapkan penilaian secara bertingkat serta untuk mengamati kondisi dan situasi secara kualitatif.
  3. Daftar cek (check list), adalah format yang berisi catatan setiap faktor atau aspek yang akan diamati dan digunakan sewaktu pengamatan berlangsung. Peneliti akan memberikan tanda centang pada kolom-kolom yang telah disediakan dalam format pengamatan.
  4. Peralatan mekanik (mechanical device), merupakan sarana pendokumentasian peristiwa- peristiwa tertentu yang ditampilkan oleh subjek penelitian dengan menggunakan alat-alat seperti tape recorder, video recorder, dan kamera.
  5. Human instrument, adalah istilah dalam penelitian kualitatif untuk menyebut peneliti yang bertindak selaku instrumen penelitian. Pada posisi ini, kemampuan peneliti dalam mengambil data sangat diperlukan. Karena pada penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan peneliti bukan hanya terbatas kata-kata, tetapi juga mencakup segala sesuatu yang diperoleh dari apa yang dilihat, didengar, dan diamati peneliti.

 

Jenis observasi

  1. Observasi partisipasi, peneliti ikut terlibat dalam kegiatan yang sedang diamatinya sehingga memperoleh data yang sebenarnya.
  2. Observasi simulasi, dalam melakukan observasi simulasi, peneliti diharapkan dapat mensimulasikan keinginannya kepada responden. Dengan ini, responden dapat memberikan informasi yang sesuai dengan keinginan peneliti.

 

Kelebihan dan kelemahan observasi Kelebihan observasi adalah sebagai berikut

  • Dapat mencatat hal-hal, perilaku, dan pertumbuhan pada waktu kejadian tertentu berlangsung atau pada saat suatu perilaku terjadi.
  • Dapat memperoleh data secara langsung, baik melalui komunikasi secara verbal ataupun nonverbal.

Kelemahan observasi adalah sebagai berikut

  • Diperlukan waktu yang lama untuk memperoleh hasil dari suatu kejadian.
  • Pengamatan terhadap suatu fenomena/peristiwa yang telah terjadi tidak dapat dilakukan secara langsung.

 

Diskusi Kelompok Terfokus (FGD)

Diskusi kelompok terfokus (focus group discussion) adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan sebuah forum diskusi dengan tema-tema yang sudah dipersiapkan oleh peneliti sejak awal. Tujuan utama teknik pengumpulan data ini adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak- banyaknya tentang tema yang menjadi fokus penelitian.

 

Pengumpulan Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tindak langsung dari lapangan. Data ini dikumpulkan oleh orang lain untuk digunakan kembali oleh peneliti. Data sekunder biasanya digunakan sebagai pendukung data primer. Pengumpulan data sekunder dapat dilakukan antara lain dengan teknik studi kepustakaan.

 

Studi kepustakaan

Studi kepustakaan merupakan kegiatan pengumpulan data dan informasi yang memuat berbagai ragam kajian teori yang sangat dibutuhkan peneliti. Studi kepustakaan dapat dilakukan dari berbagai sumber, seperti buku, koran, majalah, naskah, catatan sejarah, arsip, laporan penelitian terdahulu. Termasuk di dalamnya adalah rekaman berita dari radio, televisi, dan media elektronik lainnya.

 

Sumber :

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2016. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas X. Esis Erlangga. Jakarta