PENDEKATAN PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

Sobat Teras,

Perlu sobat teras ketahui, dalam sebuah penelitian terdapat dua macam pendekatan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Dalam hal pengamatan, pendekatan kuantitatif melakukan pengamatan melalui kacamata yang sempit pada serangkaian variabel yang telah disusun sebelumnya. Sementara itu, pendekatan kualitatif melakukan pengamatan melalui kacamata yang lebih lebar dan mencoba untuk mencari pola hubungan antarkonsep yang belum ditentukan sejak awal. Dalam pengumpulan data, instrumen pengumpul data merupakan alat yang diunggulkan pada pendekatan kuantitatif. Sementara itu, dalam pendekatan kualitatif peneliti bertindak sebagai instrumen itu sendiri sehingga muncul istilah human instrument.

Selain memiliki beberapa perbedaan, kedua pendekatan tersebut juga memiliki sejumlah persamaan. Beberapa persamaan tersebut adalah sebagai berikut;

  1. Pada tahap awal, kedua pendekatan sama-sama berusaha untuk meneliti tema yang bersifat umum
  2. Dalam mencari informasi awal, kedua pendekatan terkadang menggunakan metode yang sama, seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi
  3. Data yang telah diperoleh sama-sama diolah dan kemudian dibuat laporan penelitian

Karakteristik dan Keterbatasan Penelitian Kuantitatif

Pendketan Kuantitatif dalam penelitian social banyak dipengaruhi oleh perkembangan ilmu eksakta. Hal ini mengakibatkan pendekatan ini memiliki aturan yang ketat. Secara umum, beberapa ciri penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut.

  1. Ada intervensi terhadap subjek.
  2. Data berupa angka. Data dalam penelitian kuantitatif banyak di dominasi angka sebagai sebuah hasil pengukuran.
  3. Subjek banyak. Mengingat bahwa tujuan dari penelitian kuantitatif itu untuk melakukan generalisasi, maka dibutuhkan subjek penelitian yang cukup banyak.
  4. Terdapat jarak dalam interaksi antara peneliti dan subjek penelitian untuk menjaga objektivitas penelitian
  5. Analisis data setelah data terkumpul.

Penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif memiliki keterbatasan dalam beberapa hal berikut.

  1. Lama dalam proses perencanaan penelitian
  2. Sulit memperdalam data. Hal ini karena dalam pengumpulan data dalam instrument, seperti menggunakan angket yang tertulis.

Karakteristik dan Keterbatasan Penelitian Kualitatif

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa penelitian kualitatif adalah kegiatan meneliti informan (subjek penelitian) dalam lingkup hidup kesehariannya. Berikut adalah beberapa ciri penelitian kualitatif.

  1. Bersifat alamiah. (tidak memanipulasi setting penelitian/tidak melakukan intervensi terhadap aktivitas subjek penelitian)
  2. Data penelitian bersifat deskriptif. Data penelitian berupa narasi cerita, penuturan informan, foto dan catatan pribadi
  3. Subjek terbatas. Sumber data dalam penelitian kualitatif adalah orang-orang yang di anggap tahu dengan fenomena yang diteliti.
  4. Kontak personal secara langsung
  5. Analisis data dilakukan secara induktif

Sebagaimana halnya dengan pendekatan kuantitatif, pendekatan kualitatif juga memiliki keterbatasan. Beberapa keterbatasan pendekatan kualitatif adalah sebagai berikut.

  1. Kualitas penelitian tergantung pada pengalaman peneliti sebagai instrumen penelitian (human instrument)
  2. Subjektivitas tinggi
  3. Perubahan perilaku informan
  4. Waktu pengumpulan data yang lama
  5. Tidak adanya prosedur standar
  6. Interpretasi yang berbeda antarpeneliti

Beberapa istilah yang digunakan untuk menyebut penelitian kualitatif di antaranya sebagai berikut.

  • Studi kasus, R.C. Bogdan mendefinisikan studi kasus sebagai kajian yang rinci atas suatu peristiwa tertentu. Robinson menempatkan studi kasus sebagai suatu strategi untuk melakukan penelitian. Studi kasus juga dapat didefinisikan sebagai suatu penyelidikan intensif tentang seorang individu.
  • Fenomenologi, Edmund Husserl berpendapat bahwa objek ilmu tidak terbatas pada hal-hal yang empiris, tetapi juga mencakup fenomena yang berada di luar itu. Demikian, penelitian dengan berlandaskan fenomenologi melihat objek penelitian dalam satu konteks naturalnya.
  • Etnometodologi, istilah ini dikemukakan oleh Harlod Garfinkel. Etnometodologi merupakan cara mempelajari perilaku sosial dengan mendeskripsikan sebagaimana adanya.
  • Etnografi, kerap dimaknai sebagai usaha untuk mendeskripsikan kebudayaan dan aspek-aspek kebudayaan. Pendekatan etnografi ini lebih berkembang di lingkungan antropologi.

 

Sumber :

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2016. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas X. Esis Erlangga. Jakarta