Memilih Subjek Penelitian (Teknik Pengambilan Sampel Penelitian)

Subjek Penelitian

Dalam konsep penelitian, subjek penelitian merujuk pada responden atau informan yang hendak dimintai informasi atau digali datanya. Sementara itu, objek penelitian merujuk pada masalah atau tema yang sedang diteliti.

T.M. Amirin mendefinisikan subjek penelitian sebagai seseorang atau sesuatu yang mengenainya ingin diperoleh keterangan. Suharsimi Arikunto melihat subjek penelitian sebagai benda, hal atau orang, dan tempat data untuk variabel penelitian melekat dan dipermasalahkan. Dari keduanya dapat disimpulkan bahwa subjek penelitian adalah individu, benda, atau organisme yang dijadikan sumber informasi yang dibutuhkan dalam pengumpulan data penelitian.

Istilah lain yang kerap digunakan adalah responden, yaitu orang yang memberi respons atas suatu perlakuan yang diberikan kepadanya. Di kalangan peneliti kualitatif disebut dengan istilah informan, yaitu orang yang memberikan informasi tentang data yang diinginkan peneliti berkaitan dengan penelitian yang sedang dijalankan.

 

Populasi

Penentuan subjek penelitian dapat dilakukan dengan cara populasi dan sampel. Cara populasi dilakukan jika pengambilan subjek penelitian mencakup seluruh populasi. Cara sampel dilakukan ketika pengambilan subjek penelitian menggunakan sebagian dari populasi.

 

Sampel

Penggunaan sampel dalam penelitian diperbolehkan selama sampel tersebut dapat mewakili populasinya dengan baik dan selama teknik pengambilan sampel dilakukan dengan benar. Tujuan penentuan sampel adalah untuk memperoleh keterangan mengenai objek penelitian dengan cara mengamati sebagian dari populasi sebagai representasi.

Suatu metode pengambilan sampel yang ideal mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:

  1. Dapat menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti.
  2. Dapat menentukan presisi (perbedaan hasil yang didapat dari contoh/sampel) dari hasil penelitian dengan jalan penyimpangan baku dari data yang diperoleh
  3. Sederhana dan mudah dilaksanakan
  4. Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya yang serendah mungkin
  5. Penghematan yang nyata dalam hal waktu, tenaga, dan biaya jika dibandingkan dengan pencacahan lengkap

Sementara itu, tujuan pengambilan sampel adalah sebagai berikut.

  1. Mengadakan pengurangan (reduksi) terhadap jumlah objek yang diteliti
  2. Mengadakan generalisasi terhadap hasil penelitian
  3. Menonjolkan sifat-sifat umum dari populasi

Teknik Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel bisa dilakukan secara acak (probabilitas) dan tidak acak (nonprobabilitas). Sampel yang diambil secara acak adalah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga semua individu memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel penelitian.

 

Teknik pengambilan sampel secara acak antara lain terdiri dari.

  1. Sampel acak sederhana (simple random sampling), dalam metode ini, peneliti mencatat subjek- subjek di dalam populasi sehingga semua subjek memperoleh kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Kemudian diberi nomor urut sebanyak populasi yang ada sebelum diacak untuk dipilih sebagai sampel. Jumlah sampel untuk tiap populasi biasanya didasarkan pada hal-hal berikut.
  • Kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu, tenaga, dan dana
  • Sempit dan luasnya wilayah pengamatan
  • Besar kecilnya risiko yang ditanggung oleh peneliti.
  1. Sampel berstrata (stratified random sampling), apabila populasi terbagi atas tingkat-tingkat atau strata, pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara acak karena setiap tingkatan harus terwakili.
  2. Sampel kelompok (cluster sampling), adalah salah satu teknik sampling acak yang dilakukan dengan memilih kelompok dan bukan individu yang terdapat di dalam populasi.
  3. Sampel wilayah (area probability sampling), adalah teknik sampling yang dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi. Sampel wilayah dilakukan apabila ada perbedaan ciri antara wilayah yang satu dan yang lain.
  4. Sampel proporsi/imbangan (proportional sample), dilakukan untuk menyempurnakan penggunaan teknik sampel berstrata atau sampel wilayah. Agar pengambilan sampel representatif, maka jumlah sampel atau wakil untuk setiap wilayah dibuat seimbang sesuai dengan jumlah populasinya.

 

Teknik pengambilan sampel tidak acak

Setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel. Peneliti mempunyai alasan untuk memilih kategori tertentu dalam pengambilan sampel. Teknik pengambilan sampel tidak acak antara lain terdiri dari.

  1. Sampel bertujuan (purposive sampel), pengambilan subjek didasarkan pada tujuan tertentu. Syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut.
  • Pengambilan sampel harus didasarkan atas ciri, sifat, atau karakteristik tertentu yang merupakan ciri-ciri pokok populasi.
  • Subjek yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi.
  • Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan.
  1. Sampel kuota (quota sample), dalam pengumpulan data, peneliti menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan terpenuhi. Teknik sampling ini tidak berdasarkan strata atau daerah, tetapi jumlah yang sudah ditentukan.
  2. Sampel yang diambil beruntun (snow-ball sampling), dalam pengumpulan data, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan membangun jaringan responden.

 

Sumber :

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2016. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas X. Esis Erlangga. Jakarta