PENGERTIAN PENELITIAN DAN PROSES BERFIKIR

Sobat Teras,

Sebelumnya sudah kita pelajari bahwa objek kajian sosiologi adalah masyarakat. Di masyarakat terdapat berbagai masalah yang berkembang yang dapat diteliti. Salah satunya adalah realitas penyimpangan social, dan berbagai bentuk permasalahan yang lainnya. Dalam hal ini sobat teras harus mencari tahu tentang penyebab berabagai masalah social ayang muncul dalam kehidupan. Untuk melaksanakan hal tersebut tentu perlu ada upaya yang sistematis dan terorganisis. Tujuannya agar solusi yang diambil tidak hanya bersifat represif tetapi juga preventif. Untuk itulah agar sobat teras mendapatkan jawaban yang benar akan permasalahan kita perlu melaksanakan sebuah penelitian social.

 

Sobat teras harus belajar bagaiamana merancang sebuah peneltian social.  Namun sebelum berbicara lebih jaung mengenai sebuah rancangan penelitian, sobat teras perlu mengetahui bagaimana proses berfikir manusia dan hakekat sebuah penelitian social. Yuk, simak materi proses berfikir dan penelitian di bawah ini…..

 

Proses Berpikir dan Penelitian

Proses Berpikir (Penalaran) Manusia

Penalaran adalah suatu proses berpikir untuk memperoleh kesimpulan yang logis berdasarkan fakta yang relevan. Hal ini disebabkan oleh dua hal berikut.

  1. Manusia mempunyai bahasa yang mampu mengomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut
  2. Manusia memiliki kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu

 

Manusia di beri penalaran, dimana penalaran memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Logis, yaitu sesuai dengan logika. Secara singkat, dapat dikatakan bahwa logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus atau tepat.
  2. Analitis, yaitu bersifat analisis. Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.

 

Jenis penalaran yang penting bagi penelitian adalah sebagai berikut:

  1. Deduksi, orang pertama yang mengembangkan sistem logika deduktif untuk menjelaskan suatu persoalan adalah Aristoteles (384-322 SM). Berpikir deduktif adalah proses penarikan kesimpulan dari hal yang bersifat umum ke hal yang bersifat khusus.
  2. Induksi, merupakan metode pemikiran yang bertolak dari peristiwa khusus untuk menentukan hukum umum.
  3. Gabungan induksi dan deduksi, dalam penelitian banyak argumen dibangun dengan menggabungkan proses penalaran induksi dan deduksi secara berurutan.

Hakekat Penelitian

Pendapat para ahli tentang penelitian. Seperti menurut Soerjono Soekanto Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada analisis dan konstruksi yang dilakukan secara sistematis, metodologis dan konsisten dan bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi keinginan manusia untuk mengetahui apa yang sedang dihadapinya. Berdasarkan definisi tersebut dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.

  1. Penelitian adalah usaha menarik kesimpulan yang dapat dipercaya kebenarannya, yang dilakukan dengan sadar dan teliti menurut prosedur ilmiah tertentu.
  2. Penelitian adalah aktivitas ilmiah yang menggunakan metode ilmiah terhadap satu atau beberapa masalah di dalam dunia empiris melalui pengumpulan data (data collecting).
  3. Penelitian adalah suatu proses atau rangkaian langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis untuk mendapatkan pemecahan masalah atau jawaban terhadap pertanyaan- pertanyaan tertentu.

 

Ada beberapa syarat dalam melakukan sebuah penelitian. Berikut beberapa hal yang menjadi syarat dalam sebuah penelitian social;

  1. Sistematis, dilaksanakan menurut pola tertentu dari yang paling sederhana sampai yang kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
  2. Terencana, dilaksanakan secara sengaja dan langkah-langkah pelaksanaannya sudah dipikirkan sebelumnya.
  3. Mengikuti prosedur ilmiah, mulai dari awal sampai akhir kegiatan, penelitian dilakukan menurut cara-cara yang sudah ditentukan.

 

Ketika melakukan sebuah penelitian kita perlu berpikir menjadi seorang peneliti. Berikut cara berfikir seorang peneliti;

  1. Skeptis, menanyakan bukti atau fakta yang dapat mendukung suatu pernyataan
  2. Analitis, menganalisis setiap pernyataan atau persoalan yang dihadapi
  3. Kritis, selalu mendasarkan pikiran dan pendapatnya pada logika serta menimbang segala hal secara objektif
  4. Jujur, tidak memasukkan keinginannya sendiri ke dalam data
  5. Terbuka, bersedia memberikan bukti penelitiannya dan siap menerima pendapat pihak lain

 

Ketika menjadi soerang peneliti kita juga perlu memeiliki sikap seorang penliti sebagai berikut:

  1. Objektif, harus dapat memisahkan perasaan pribadi dan fakta. Untuk menghasilkan penelitian yang baik, seorang peneliti harus bekerja sesuai dengan data yang diperoleh dui lapangan.
  2. Kompeten, memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan metode atau Teknik penelitian tertentu.
  3. Faktual, bekerja berdasarkan fakta yang diperoleh

 

Prosedur Penelitian

Dilakukan dengan urutan sebagai berikut;

  1. Penelitian dihadapkan pada suatu kebutuhan atau masalah tertentu
  2. Merumuskan masalah sehingga batasan, kedudukan, dan alternatif cara pemecahan masalah tersebut menjadi jelas
  3. Menetapkan hipotesis sebagai titik tolak dalam mengadakan tindakan untuk menentukan alternatif pemecahan masalah yang dipilih
  4. Mengumpulkan data untuk menguji hipotesis (collection of data as evidence)
  5. Mengambil kesimpulan berdasarkan hasil pengolahan data dan dikembalikan kepada hipotesis yang sudah dirumuskan
  6. Menentukan kemungkinan untuk mengadakan generalisasi dari kesimpulan tersebut serta implikasinya di masa yang akan datang

 

Materi selanjutnya mengenai Tahapan Penelitian. Di postingan berikutnya. Semoga bermanfaat……….

 

Sumber :

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2016. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas X. Esis Erlangga. Jakarta