HAKEKAT INTEGRASI SOSIAL DAN BENTUK-BENTUKNYA

Sobat Teras,

Selamat atas selesainya sobat teras belajar materi KD 3.4 mengenai Konflik , kekerasan dan Perdamaian. Setelah sobat teras menyelesaikan KD 3.4 maka sobat t eras masuk ke KD 3.5 mengenai Intergasi Sosial dan Reintegrasi Sosial. Oleh karena itu pada materi kali iini saya akan menyampaiakan materi Sub Bab KD 3.5 berkaitan dengan hakekat Integrasi Sosial dan Bentuk-Bentuk Integrasi Sosial. Sub bab materi ini sebagai pengenalan mengenai apa pengertian integrase social itu sendiri, factor yang mempercepat dan memperlambat, serta bentuk-bentuk inetrasi social dalam masayrkat.

 

Pengertian Integrasi Sosial

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa integrasi adalah pembauran sesuatu yang tertentu hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat. Istilah pembauran tersebut mengandung arti masuk ke dalam, menyesuaikan, menyatu, atau melebur sehingga menjadi seperti satu. Dengan demikian, integrasi merujuk pada masuk, menyesuaikan, atau meleburnya dua atau lebih hal yang berbeda sehingga menjadi seperti satu. Dari uraian tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebut dapat meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras, etnik, agama, bahasa, kebisaan, sistem nilai, dan norma.

Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar anggota masyarakat tersebut sepakat mengenai struktur kemasyarakatan yang dibangun termasuk nilai-nilai, norma-norma, dan pranata- pranata sosial. Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkof, syarat terwujudnya integrasi sosial adalah sebagai berikut.

  • Anggota-anggota masyarakat merasa berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan di antara mereka.
  • Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai norma dan nilai- nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman
  • Norma-norma dan nilai sosial itu berlaku cukup lama, tidak mudah berubah, dan dijadikan secara konsisten oleh seluruh anggota masyarakat.

 

Suatu integrasi sosial dapat berlangsung cepat atau lambat, tergantung pada faktor-faktor berikut.

  • Homogenitas kelompok
  • Besar kecilnya kelompok
  • Mobilitas geografis
  • Efektivitas komunikasi

Bentuk-Bentuk Integrasi Sosial

 

Integrasi sosial dapat terjadi dalam tiga bentuk berikut.

  1. Integrasi Normatif, integrasi normatif dapat diartikan sebagai bentuk integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dalam hal ini, norma merupakan hal yang mampu mempersatukan masyarakat.
  2. Integrasi Fungsional, integrasi fungsional terbentuk karena ada fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat. Sebuah integrasi dapat terbentuk dengan mengedepankan fungsi dari masing- masing pihak yang ada dalam sebuah masyarakat.
  3. Integrasi koersif, integrasi koersif terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa. Dalam hal ini penguasa menerapkan cara-cara koersif (kekerasan).

 

Semoga bermanfaat untuk sobat teras semua yang sedang belajar materi Integrasi Sosial

 

Sumber :

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2016. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas XI. Esis Erlangga. Jakarta