PEMETAAN KONFLIK

Sobat Teras,

Dalam memahami sebuah konflik di dalam masayrakat kita perlu menganalisa secara detail dan rinci supaya tidak terjadi kesalahpahaman dan berlanjut pada konflik yang berkepanjangan. Oleh sebab itu perlu adanya sebuah panduan yang dapat digunakan untuk menganalisis konflik tersebut. Pemetaan konflik merupakan upaya yang tepat untuk di gunakan dalam menganalisa sebuah konflik yang ada di masayarakat. Lalu apa itu pemetaan konflik ? Yuk simak materi di bawah ini

Pemetaan konflik menurut Simon Fisher, meliputi pihak-pihak yang berkonflik dan aspirasi dari berbagai pihak. Pemetaan konflik ini adalah cara untuk menggambarkan konflik secara grafis, yaitu menghubungkan antara pihak yang bermasalah dengan pihak lain. Kemudian menurut Amr Abdalla, seorang sosiolog dari University for Peace yang dibentuk oleh PBB, juga memetakan konflik dengan model source, issues, parties, attitude, behavior, intervention, dan outcome (SIPABIO).

  • Source (sumber konflik), yaitu konflik dihasilkan dari sumber-sumber yang berbeda sehingga lahir pula bentuk konflik yang berbeda pula
  • Issues (isu-isu), yaitu tujuan yang tidak sejalan antarpihak yang bertikai
  • Parties (pihak), yaitu pihak-pihak atau kelompok yang terlibat dalam konflik
  • Attitudes (sikap), yaitu perasaan atau pandangan yang memengaruhi pola perilaku konflik
  • Behavior (perilaku/tindakan), yaitu tindakan yang dilakukan oleh pihak yang berkonflik
  • Intervention (campur tangan pihak lain), yaitu campur tangan atau tindakan yang dilakukan oleh pihak luar/netral untuk menemukan pemecahan masalah
  • Outcome (hasil akhir), yaitu dampak atau situasi yang ditimbulkan dari pihak yang berkonflik

Setelah sobat teras memahami sebuah pemetaan konflik , kita juga harus bisa mengidentifikasi berbagai jenis konflik yang ada di dalam masayrakat supaya dapat menyempurnakan pemetaan konflik social yang terjadi.

Baca Juga : KONFLIK, KEKERASAN DAN PERDAMAIAN

Bentuk-Bentuk Konflik Bentuk-Bentuk Konflik

Lewis A. Coser membedakan konflik atas dua bentuk.

  • Konflik realistis berasal dari kekecewaan individu atau kelompok terhadap sistem dan tuntutan- tuntutan yang terdapat dalam hubungan sosial.
  • Konflik nonrealistis adalah konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan persaingan yang antagonistis (berlawanan), melainkan dari kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk meredakan ketegangan. Contohnya pembalasan dendam lewat ilmu gaib yang dilakukan dalam masyarakat tradisional. Contoh lain adalah upaya mencari kambing hitam yang terjadi dalam masyarakat telah maju.

 

Lewis A. Coser menyatakan bahwa dalam situasi tertentu, elemen konflik dapat berbentuk realistis sekaligus nonrealistis. Berdasarkan kedua bentuk konflik tersebut, Lewis A. Coser membedakan konflik atas konflik in-group dan konflik out-group. Konflik in-group adalah konflik yang terjadi dalam kelompok itu sendiri. Konflik out-group adalah konflik yang terjadi antara satu kelompok dan kelompok lain.

Ahli lain, Ralf Dahrendorf membedakan konflik atas empat macam, yaitu sebagai berikut.

  • Konflik antara peran-peran sosial.
  • Konflik antara kelompok-kelompok sosial
  • Konflik antara kelompok-kelompok yang terorganisasi dan tidak terorganisasi
  • Konflik-konflik di antara satuan nasional

Isu dalam Konflik

Isu dalam konflik berkaitan dengan hal-hal yang mencuat dalam konflik. Isu dalam konflik dengan demikian berkaitan dengan konflik yang terjadi.

Pihak yang Berkonflik

Berkaitan dengan pihak-pihak yang berkonflik, Soerjono Soekanto menyebutkan lima bentuk khusus konflik atau pertentangan yang terjadi dalam masyarakat.

  • Konflik pribadi
  • Konflik rasial
  • Konflik antara kelas-kelas sosial
  • Konflik politik
  • Konflik internasional

Baca Juga : Pengaruh Diferensiasi Sosial dan Stratifikasi Sosial

Dari sudut psikologi sosial, Ursula Lehr mengemukakan bentuk-bentuk konflik

  • Konflik dengan orang tua sendiri
  • Konflik dengan anak-anak sendiri
  • Konflik dengan keluarga
  • Konflik dengan orang lain
  • Konflik dengan suami istri
  • Konflik di sekolah
  • Konflik dalam pemilihan pekerjaan
  • Konflik agama
  • Konflik pribadi

 

Menurut Wehr dan Bartos, dinamika konflik dapat dilihat dari tingkat kekerasan. Selain itu, untuk memahami dinamika konflik adalah dengan melihat sumber konflik, menganalisis karakter hubungan di antara berbagai pihak yang berkonflik, mencari model tindakan yang harus dilakukan, dan yang terakhir adalah melihat penahapan konflik. Tahapan dinamika konflik menurut Fisher adalah sebagai berikut.

  • Prakonflik adalah adanya situasi ketidaksesuaian antara pihak satu dengan pihak lain
  • Konfrontasi adalah mulai terbukanya suatu konflik
  • Krisis adalah puncak terjadinya konflik atau pecahnya suatu konflik
  • Pascakonflik adalah keadaan yang mengakhiri berbagai konflik atau konfrontasi

 

Sobat Teras,

Demikianlah materi mengenai Pemetaan Konflik dalam masayarakat. Dimana akan memudahkan kita dalam menganalisis dan menyelesaiakan sebuah konflik yang terjadi. Semoga bermanfaat untuk sobat teras.

 

Sumber

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2017. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas XI. Esis Erlangga. Jakarta