NEW NORMAL : NORMA BARU MASA PANDEMI

Pada laman sekretaris Negara, sejak 15 maret 2020 Indonesia secara resmi mengumukan pembatasan pelaksanaan kegiatan public untuk mencegah pencegahan COVID-19. Dimulai tanggal 15 maret 2020, istilah social distancing kemudian menjadi akrab di masyarakat Indonesia, wujud nyata dari social distancing yaitu beraktivitas dirumah aja. Selain anjuran untuk menjaga jarak, pemerintah melalui kementrian kesehatan memberikan anjuran untuk rajin mencuci tangan dan menggunakan masker untuk mengurangi resiko penularan. Menurut Kemenkes beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus yaitu dengan menjaga kesehatan, mennggunakan masker ketika bepergian/berkumpul, mencuci tangan, menjaga jarak, memperhatikan etika batuk dan bersin dan tidak menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan. (Covid19.kemkes. go.ig)

Sejak adanya anjuran tersebut, masyarakat mulai melakukan adaptasi untuk melakukan pencegahan virus, hal tersebut ditandai dengan adanya kelangkaan masker dan hand sanitizer. Berdasarkan berita dari CCN, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono dalam keterangan resmi, Selasa (24/3) menjelaskan bahwa fakta di lapangan (kelangkaan disebabkan), tingginya tingkat permintaan dari masyarakat atas kedua barang. Bahkan setelah beberapa bulan pelaksanaan anjuran, pada Juli 2020 melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sumedang untuk daerah Sumedang, terdapat kebijakan tilang untuk masyarakat yang tidak menggunakan masker (Gita Pratiwi: 27 Juli 2020)

Dari fenomena tersebut, terlihat adanya norma baru. Sebagaimana diketahui norma sosial berarti suatu ketentuan baik tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur tingkah laku antarindividu, yang mana, norma merupakan petunjuk hidup bermasyarakat yang berisi larangan dan perintah untuk tercapainya suatu nilai dalam masyarakat (Laning .2009:33-34). Lahirnya norma baru, terlihat dari penggunaan masker yang sebelumnya masyarakat menggagap memakai masker sebagai suatu usage menjadi mores. Sebagaimana diketahui, bahwa norma terbagi menjadi 4 macam yaitu Norma Cara (Usage), Norma Kebiasaan (Folkways), Norma Tata Kelakuan (Mores), dan yang paling tinggi merupakan Adat Istiadat (Custom). Sebagaimana diketahui, pada saat sebelum COVID-19, penggunaan masker merupakan suatu tindakan yang tidak wajib, yang dahulu semua orang bebas memiliki menggunakan masker atau tidak jika berpergian. Hal ini termasuk pada macam norma CARA, karena diwaktu dulu pengguna masker hanya akan menerima sanksi sosial jika pengguna sedang batuk/flu. Sedangkan setelah adanya pandemi, penggunaan masker merupakan suatu norma tata kelakuan (mores), karena semua orang dianjurkan wajib menggunakan masker. Namun perbedaannya terdapat suatu wilayah yang membuat keharusan dengan adanya kontrol tindakan menggunakan masker dengan tilang masker, dan terdapat wilayah yang hanya menganjurkan tanpa adanya tilang masker.

Pada pernyataan diatas, sesuai dnegan konsep tentang norma Mores dan Useage. Norma Tata Kelakuan (Mores) sebagai alat pengawas tingkah laku yang diyakini sebagai norma pengatur. Jadi, tata kelakuan merupakan alat agar para anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut. Pada umumnya, tata kelakuan diwujudkan dalam kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat. Oleh karenanya, antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya mempunyai tata kelakuan yang berbeda-beda. Misalnya, dalam suatu masyarakat kegiatan kerja bakti adalah suatu keharusan bagi warganya namun pada masyarakat lain memberi kebebasan bagi warganya untuk tidak mengikuti kegiatan ini. Norma Cara (Usage) Norma ini lebih menunjuk pada suatu perbuatan di dalam hubungan antarindividu. Norma cara mempunyai daya ikat yang sangat lemah di antara norma-norma lainnya. Penyimpangan terhadap norma ini tidak mengakibatkan hukuman yang berat tetapi hanya sekadar ejekan, celaan, dan cemoohan. Misalnya, seorang laki-laki yang memakai anting di telinga, seorang wanita yang memakai celana jins di acara resmi, dan lain-lain. (Laning .2009:35)

Sumber :

Laning, V. D. (2009). Sosiologi untuk SMA/MA Kelas X.

https://setneggo.id/baca/index/langkah_terpadu_pusat_dan_daerah_tangani_penyebaran_virus_korona diakses pada 30 Juli 2020 pukul 13.37 WIB

https://covid19kemkes.go.id/qna-pertanyaan-dan-jawaban-terkait-covid-19/#Bagaimana_cara_mencegah_penularan_virus_corona

https://www.cnnindonesiacom/nasional/20200324163937-12-486574/polri-masker-hand-sanitizer-langka-karena-permintaan-tinggi

https://www.pikiran-rakyatcom/jawa-barat/pr-01629673/denda-tidak-pakai-masker-di-sumedang-mulai-diberlakukan-senin-27-juli-2020