Pendidikan Multikultural : Pendidikan untuk Perdamaian

Sahabat Teras.

Apakah upaya pendidikan multicultural masih perlu ditingkatkan dalam kondisi masyarakat Indonesia sekarang ini ? Sebelum berbicara lebih jauh mengenai hal tersebut mari kita pahami konteks arti pendidikan secara umum, pendidikan bisa kita maknai sebuah proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan serta kebiasaan yang dilakukan suatu individu dari satu generasi ke generasi lainnya. Proses pembelajaran ini melalui pengajaran, pelatihan dan penelitian. Tak hanya sekedar itu saja, dengan adanya pendidikan juga dapat meningkatkan kecerdasan, akhlak mulia, kepribadian serta keterampilan yang bermanfaat baik itu untuk diri sendiri maupun masyarakat umum. Untuk masyarakat umum, artinya untuk seluruh masyarakat Indonesia tercinta ini.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara kepulauan yang diapit oleh dua benua dan dua samudra yang membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat strategis. Hal ini membawa dampak banyaknya keanekaragaman baik itu suku, budaya, agama, ras dan bahasa. Dilansir dari sumber indonesia.go. id Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa, lebih tepatnya terdapat 1.340 suku bangsa di Tanah Air, data ini dikuatkan oleh adanya sensus oleh Badan Pusat Statistik. Dengan keberagaman tersebut pantaslah menjadikan Indoensia memiliki kondisi masyarakat yang multicultural. Lalu apa sih pengertian multicultural itu sendiri ? Menurut KBBI sendiri multikultural adalah bersifat keberagaman budaya. Bisa kita katakan Indonesia merupakan bangsa yang kondisi masyarakatnya penuh dengan keberagaman.

Lantas ? Hal ini jelas membawa dampak yang positif namun di sisi lain juga tak bisa terhindarkan mampu membawa dampak negative. Salah satu dampak negative yang tak bisa terhindarkan yakni munculnya konflik sosial. Data tahun 2019 silam saja, dari periode Januari sampai Juli terjadi 26 peristiwa konflik sosial, baik horizontal maupun vertikal, yang terjadi di Indonesia (sumber kompas. com dan tempo. co). Konflik ini di sebabkan karena berbagai hal tak terkecuali juga karena perbedaan keberagaman.

Tentunya permaslahan konflik sosial seperti di atas tidak boleh terus berulang terjadi dalam masyarakat kita. Dalam hal ini, perlu adanya penguatan terhadap konsep pendidikan untuk mencapai perdamaian dengan menyandingkan Pendidikan Multikultural. Pendidikan ini pada dasarnya mengajaran pada kita tentang pentingnya menjaga hubungan harmoni antar manusia, meskipun berbeda-beda secara kultural, etnik, religi dan lain-lainya. Hal ini juga sebagai upaya meneruskan perjuangan para pendiri bangsa dan pahalawan kita sebelumnya. Seperti pada zaman pergerakan kesadaran multicultural itu telah dimulai dengan diadakannya sumpah pemuda oleh kaum muda yang berasal dari berbagai macam organisasi pemuda kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Bali, Jong Borneo, dan jong-jong yang lainnya. Kesedaran kemerdekaan justru muncul meluas dengan adanya gerakan kebhinekaan tersebut.

Oleh sebab itu, pada kondisi sekarang ini dalam dunia pendidikan yang mencakup seluruh aspek lembaga pendidikan perlu lebih menyandingkan dan penguatan kembali terhadap pentingnya Pendidikan Multicultural. Karena lembaga pendidikan merupakan tempat persemaian wacana multikulturalisme yang sangat tepat. Strategi taktik pendidikan mutlikultural diabadikan untuk menciptakan generasi-generasi yang sadar akan keragaman budaya di Indonesia ini, juga memberikan landasan teoritis untuk mencari sebab-sebab konflik sosial yang mungkin bersinggungan dengan keragaman itu sendiri. Sehingga hal ini dapat mewujudkan masyarkat yang lebih harmonis dan mampu memaknai sebuah perbedaan yang akan meminimalisir konflik sosial. Bahkan mampu menjadi tameng yang kokoh untuk Persatuan.

Salam,

Teras Sos