Teori-Teori Ketimpangan Global

Sahabat Teras,

Pernahkan kalian mendengar negara adidaya atau adikuasa ? Ya tentunya di era globalisasi seperti ini, duniapun di kuasai oelh negara-negara maju khususnya dalam berbagai sektor bidang kehidupan. Seperti sektor ekonomi, perminyakan, militer dan sebagainya. Semua negara berlomba lomba dan bersaing satu sama lain. Namun, dilain pihak ada negara yang tidak di untungkan dengan adanya sistem globalisasi ini karena hanya menjadi negara yang tereksploitasi saja. Hal ini mengakibatkan adanya ketimpangan global.

Nah, sahabat teras untuk analisa mengenai globalisasi yang mampu membawa ketimpangan global seperti di atas mari kita simak penjelasan di bawah ini;

Jangan lupa : Kunjungi YouTube TerasSos di link berikut untuk mendapatkan video penjelasan-penjelasan materi sosiologi yang sedang di buat : https://www.youtube.com/channel/UCRS1E3Fm5AuVSk-K90h9yNQ

Teori Kolonialisme

Dimulai di Inggris sekitar tahun 1750 ketika industrialisasi menyebar di seluruh Eropa Barat. Teori ini merujuk pada satu negara yang menjadikan banyak wilayah sebagai koloninya, yang diawali oleh negara industri (negara kapitalis). Menurut Horrison,  mereka menananamkan sebagian keuntungannya ke dalam persenjataan yang tangguh dan kapal cepat, kemudian digunakan untuk mneyerbu negara yang lemah untuk dijadikan koloninya (Henslin, 2007). Setelah bangsa yang lemah takluk, mereka akan meninggalkan kekuatan pengendali untuk mengeksploitasi tenaga kerja dan sumber daya bangsa tersebut. Maksud kolonialisme disini adalah untuk mengeksploitasi rakyat dan sumber daya suatu bangsa demi keuntungan negara kapitalis (Negara Induk)

Teori Sistem Dunia

Teori sistem dunia muncul dikemukakan oleh Immanuel Wallerstein yang memandang bahwa dunia adalah sebuah sistem kapitalis yang mencakup seluruh Negara di dunia tanpa kecuali.

  1. Pertama adalah kategori Inti (Kelompok Pusat) dimana terdapat pusat-pusat kekuasaan, kekayaan industri, dan pusat pengaruh politik dunia.
  2. Kedua adalah Semi Periperi (Kelompok Antara) dimana merupakan percampuran antara sifat-sifat dari negara-negara inti seperti perindustrian, kekuatan ekspor, kesejahteraan dan sifat kategori Periperi seperti kemiskinan, kerentanan terhadap pengaruh keputusan asing, kepercayaan pada produk pokok.
  3. Ketiga adalah Periperi (Kelompok Pinggiran) yang merupakan negara-negara yang terbelakang dalam sistem dunia. Kelompok ini hanya menyediakan bahan baku mentah bagi industri maju. Kelompok ini hidup dalam situasi kehidupan yang menyedihkan, kemiskinan dan prospek pembangunan masa depan yang suram.

Globalisasi kapitalisme disini berkembang dengan cepat  dan diterima oleh negara-negara di sekelilingnya. Mereka saling terikat dan saling mempengaruhi dalam hal produksi dan perdagangan.

Baca juga : Bentuk-Bentuk Ketimpangan Sosial di Masyarakat

Teori Ketergantungan (Dependensi)

Teori ketergantungan mengannggap bahwa Keterbelakangan sebagai akibat suatu sistem kapitalis internasional yang dominan ( yang berbentul perusahaan-perusahaan multinasional) dan bersekutu dengan elite lokal di dunia ketiga yang menggunakan kelebihan dan keistimewaan untuk mempertahankan kedudukan mereka. Dunia ketiga adalah negara yang tidak masuk dunia pertama (negara kapitalis) dan dunia kedua (negara komunis). Dunia ketiga tidak dapat mengadakan industrialisasi dan pembangunan ekonomi selama masih dalam cengkeraman suatu sistem internasional yang diskriminatif. Akan tetapi elit lokal tidak dapat melepaskan diri dari sistem tersebut karena akan membahayakan kedudukan mereka di negaranya sendiri (Clark, 1989)

Pendekatan Struktural

Pendekatan struktural adalah cara lain untuk memandang bahwa ketimpangan dunia dalam hal kesejahteraan dan kekuasaan. Pendekatan ini memandang bahwa kemiskinan dan kebergantungan dunia ketiga tidak disebabkan oleh keputusan kebijakan yang sengaja dibuat Amerika, Inggris, atau Moskow. Namun,kebergantungan berasal dari struktur sistem internasional yang konstruksinya dibuat sedemikian rupa sehingga bangsa-bangsa pengekspor bahan mentah kehilangan bagiannya dari keuntungan produksi. (Clark, 1989). Tokoh dalam teori ini adalah Raul Prebisch yang merupakan ekonom dari Argentina, dia menyangkal dalil laissiez faire Adam Smith mengenai sistem perdagangan bebas. Hal ini menurtu Prebisch sistem perdagangan bebas merugikan negar-negara pengekspor bahan mentah (negara periferi) dan menguntungkan negara-negara industri kaya yang mengekspor hasil industri (negara-negara pusat)

Teori Fungsional

Ketidaksetaraan tidak bisa dihindari dan memainkan fungsi penting dalam masyarakat. Menurut Kingsley Davis dan Wilbert Moore, penyebab ketidaksetaraan dan stratifikasi masyarakat adalah :

  1. Masyarakat harus memastikan bahwa posisi-posisinya terisi
  2. Beberapa posisi lebih penting daripada yang lain
  3. Posisi-posisi yang lebih penting harus diisi oleh orang yanglebih berkualifikasi
  4. Untuk meotivasi orang yang lebih berkualifikasi agar mengisi posisi-posisi ini, masyarakat harus menawarkan imbalan lebih besar.

Baca juga : Upaya Mengatasi Ketimpangan Sosial dalam Masyarakat

Teori Konflik

Ketimpangan sebagai akibat dari kelompok dengan kekuatan (power) mendominasi kelompok yang kurang kuat. Kesenjangan sosial mencegah dan mneghambat kemajuan masyarakat karena mereka yang berkuasa akan menindas orang-orang tak berdaya untuk mempertahankan status quo.

Ada tiga analisis dalam teori ini, yakni;

  1. Karl Marx. Kapitalisme akan memperuncing perbedaan kelas antar individu
  2. Lewis Coser. Perjuanagn mengenai nilai serta tuntutan atas status, kekuasaan, dan sumber daya.
  3. Ralf Dahrendolf. Masyarakat yang terdiri dari organisasi yang didasarkan pada kekuasaan atau wewenang

Teori Pertumbuhan Neoklasik

Muncul sebuah prediksi tentang hubungan antara tingkat pembangunan ekonomi nasional suatu negara dengan ketimpangan pembangunan ekonomi antarwilayah. Menurut Hipotesis Neoklasik, ketimpangan pembangunan pada awal proses meningkat. Setelah berangsur-angsur, ketimpangan pembangunan antarwilayah tersebut akan semakin menurun.

Bagaiimana pendapat kalian sahabat teras ? Sudah paham kan denan sedikit penjelasan mengenai teori-teori ketimpangan global di atas ? Semoga kita bisa semakin paham bahwa ketimpangan tidak hanya sekedar disebuah negara saja, namun juga secara luar di ranah global.

Silahkan kunjungi channel YouTube baru terassos di link bawah ini :

https://www.youtube.com/channel/UCRS1E3Fm5AuVSk-K90h9yNQ

Sumber :

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2017. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas XII. Esis Erlangga. Jakarta