Bentuk-Bentuk Ketimpangan Sosial di Masyarakat

Hallo Sahabat Teras, sebelumnya kalian telah memahami Ketimpangan Sosial dan berbagai foktor yang mempengaruhinya kan ? Perlu kalian ketahui, ketimpangan sosial tidak hanya terjadi di Indonesia saja lho, namun ketimpangan sosial bisa terjadi di setiap negara. Akan tetapi tingkat ketimpangan setiap negara berbeda-beda. Begitu pula dengan bentuk-betuk ketimpangan sosialnya. Nah, paa kesempatan kali ini simak yuk beberapak ketimpangan sosial yang terjadi di Indonesia di bawah ini :

Ketimpangan antara Golongan Kaya dan Miskin

Sahabat Teras, Tuhan YME tentunya menciptakan manusia dengan kondisi yang berbeda-beda satu sama lainnya. Ada manusia yang terlahir di golongan kaya, namun ada manusia yang terlahi dalam keluarga miskin. Namun, nasib manusia dapat berubah bergantung dengan usaha masing-masing individu untuk merubah nasibnya. Oleh sebab itu , kita lahir di dunia ini di bekali oleh akal, pikiran, kecerdasan, semangat , dan kerja keras untuk menjadi manusai yang menciptakan kualitas hidupnya.

Sebenarnya, ketimpangan antara golongan kaya dengan miskin disebabkan oleh banyak faktor. Ada karena rendahnya tingkat pendidikan, krisis ekonomi, mental miskin yang dimiliki oelh masyarkaat, dan berbagai faktor yang lainnya. Di Indoensia sendiri masih banyak masyarkaat yang berada di jurang kemiskinan dan harus kita bantu untuk bisa memperbaiki kualitas kehidupannya.

Baca juga: Upaya Mengatasi Ketimpangan Sosial dalam Masyarakat

Ketimpangan Pemilik Modal dan Buruh

Sahabat Teras pernahkah membaca mengenai Kapitalisme oelh salah satu tokoh sosiologi yakni Karl Marx ? Menurut Karl Marx konflik antara Buruh dan pemilik modal disebabkan oleh faktor ekonomi. Yang dimaksud dengan faktor ekonomi disini adalah penguasaan terhadap alat produksi oleh kaum borjuis (Pemilik Modal). Walaupun borjuis berjumlah sedikit mereka memonopoli kekuasaan sekaligus menguasai hasil-hasilnya sedangkan proletar (kaum buruh) sebaliknya mereka yang berjumlah besar tidak mempunyai kekuasaan, mereka hanya diarahkan, dikendalikan dan diperas oleh borjuis dengan cara sewenang-wenang atau dengan kekerasan yang bertentangan dengan hak asasi manusia. Proletar bekerja guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka menerima upah dari kaum borjuis.

Asal kalian tau, konsep kesenjangan antara pemilik modal dan buruh realitanya masih terjadi hingga saat ini. Ketimpangan antara pemilik modal dan buruh disini berkaitan dengan jaminan upah yang diterima oleh buruh. Dimana masih banyak sekali upah buruh yang tidak sesui dengan proses kerja keras yang dilakukannya. Tentunya dengan banyaknya pemilik modal yang tidak memberikan upah standar akan membuat jarak ketimpangan sosial semakin melebar.

Ketimpangan Pembangunan

Meskipun upaya pemerintah untuk terus memperbaiki pembangunan di Indonesia, namun nyatanya masih ada beberapa wilayah kita yang masih tertinggal dari pembangunan. Sehingga mengakibatkan ketimpangan antara perkotaan/ wilayah pusat dengan daerah yang terpencil, terdalam dan perbatasan.

Harapanya, perlu adanya pembangunan infrastruktur yang lebih baik di daerah yang tertinggal. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok seperti pendidikan, air besih, listrik, dan lainnya. Sehingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi. Sehingga tidak ada lagi ketimpangan pembangunan natar wilayah di Indonesia.

Ketimpangan Pendidikan

Sahabat Teras, ketimpangan dalam bidang pendidikan dimana adanya kesempatan akses yang tidak sama dalam pendidikan. Masih sangat berbeda jauh kualitas pendidikan di perkotaan dengan kualitas pendidikan di daerah yang terdalam (terpencil). Padahal pendidikan merupakan salah satu peran penting dalam membangun generasi penerus bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Nah, ada beberapa faktor yang apat menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial dalam bidang pendidikan. Seperti berikut ini ;

  1. Pengaruh Globalisasi

Kemajuan teknologi dan pembaharuan ilmu pengetahuan yang tidak bisa diikuti oleh lembaga pendidikan yang berada didaerah

  1. Pembangunan Infrastruktr yang tidak merata

Hal yang paling menjadi permasalahan dalam pembangunan yang kurang merata karena adanya kondisi geografis yang berbeda-beda satu wilayah dengan wilayah lain

  1. Ketersediaan tenaga pengajar

Tenaga pengajar terkonsentrasi di perkotaan saja, sedangkan di daerah pedesaan, pedalaman, terutama daerah perbatasan sangat minim dan mengalami kekurangan

  1. Mahalnya biaya sekolah

Biaya pendidikan yang semakin tahun meningkat menyebabkan masyarakat yang kurang mampu sulit untuk mengakses pendidikan secara maksimal.

Baca juga : Teori-Teori Ketimpangan Global

Ketimpangan Kesehatan

Tidak jauh berbeda dengan ketimpangan pendidikan. Berkaitan dengan hal ini kita kembali membahas bagaimana akses pendidikan bisa diperoleh dan siapa saja yang memperoleh kemudahan akses pendidikan. Perlu di ketahui terkadang pelayanan kesehatanterhadap orang kaya dan orang miskin sangat berbeda jauh, tentunya hal ini berkaitan dneganbiaya kesehatan yang begitu mahal.

Selain itu, di daerah daerah yang terdalam akses kesehatan pun masih sangat sulit. Apalagi dengan kondisi infrastruktur dan tenaga medis yang masih minim di daerah terpencil mengakibatkan adanya ketimpangan kesehatan muncul dalam kehidupan masyrakat Indonesia saat ini.

Ketimpangan Budaya Lokal dengan Budaya Global

Masyarakat dapat mempelajari dan mengikuti budaya-budaya negara lain tetapi masyarakat harus bersikap selektif. Masyarakat hendaknya mampu mengembangkan budaya asli mereka agar tidak terjadi ketimpangan budaya. Sehingga ada ketidaksepadanan posisi budaya yang di anut atau yang dijalankan oleh msyarkaat. Sehingga banyak dari generasi muda sekarng yang bergaya kebarat-baratan dan melupakan budaya asli bangsa sendiri.

Sumber:

Rahmawati Farida dan Fitria. 2018. PR Sosiologi Kelas XII. Intan Pariwara. Klaten