Lunturnya Eksistensi Jati Diri Bangsa Akibat Globlaisasi

Lunturnya Eksistensi Jati Diri Bangsa Akibat Globlaisasi

Modernisasi dalam arus globalisasi sudah tidak di ragukan lagi. Perlu sahabat teras ketahui, misalnya dengan adanya akses yang mudah terhadap jaringan internet membuat kita bisa berselanjar mencari berbagai informasi dengan tidak terbatas. Bahkan  ide-ide, nilai, dan norma yang tidak jarang bertentangan dengan ide, nilai, dan norma masyarakat suatu bangsa dengan mudahnya masuk dan mempengaruhi seseorang hanya dengan duduk di depan sebuah computer/smartphone/gadget nya. Pengaruh   yang diberiakan   oleh  arus   globalisasi   sangat  lah   berpengaruh   dalam   kebudayaan bangsa   kita.   Dimana   sekarang   sudah   banyak   budaya-budaya   barat   yang masuk ke budaya lokal bangsa Indonesia ini, banyak anak-anak remaja bahkan anak -anak   yang   usianya   di  bawah   umur   pun  terpengaruh  oleh  globalisasi tersebut.   Banyak  dari   mereka  lebih   memilih   gaya  hidup   yang  sedang   tren   didunia maya bahkan gaya hidup yang tidak sesuai dengan nilai dan norma dari masyarakat kita. Hingga gejala-gejala seperti itu dapat kita saksikan dan maraknya kasus kenakalan dan dekadensi moral remaja.

Baca juga : Strategi dan Sikap Selektif Mengatasi Arus Globalisasi

Nah, pada kesempatan ini kita akan membahas analisa lunturnya eksistensi jati diri bangsa akibat adanya globalisasi. Yuk simak pembahasan di bawah ini;

Bidang Teknologi

Seperti contoh yang kita bahas di paparan awal, dengan adanya kemudahan akses informasi berbagai ideology, nilai , norma dan gagasan-gagasan yang berlawanan dengan jati diri bangsa Indonesia bisa dengan mudah di dapatkan dengan hanya kita berselancar menggunakan perangkat gadget yang kita miliki.  Dengan adanya teknologi yang tidak dimanfaatkan dengan tidak baik , seseorang bisa terpapar dan masuk ke dalam nilai dan norma yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa kita.

Bidang Pendidikan

Dalam arus global kita di tuntun dengan persaingan yang sangat ketat. Hal ini berdampak pula pada bidang pendidikan. Pendidikan mulai menyiapkan sistem pendidikan yang bersiap mengantisipasi industrialisasi sehingga harapannya lulusan-lulusan sekolah siap terjun langsung untuk berkompetisi di arus global. Namun, disisi lain pencapaian target pada penididkan yang memfokuskan pada ketrampilan dan pengetahuan global sering kali melupakan nili-nilai luhur bangsa dan melupakan karakter yang di miliki oleh bangsa. Seperti jujur, semangat kebangsaan, cinta tanah air, kebudayaan, dan lain-lain. Hal ini tentunya bisa berdampak pada lunturnya eksistensi jati diri bangsa.

Bidang Ideologi

Melemahnya penghayatan terhadap ideology Pancasila diakibatkan karena banyaknya pengaruh adanya globalisasi. Hal iini tentunya sangat berbahaya dan mengancam bangsa kita. Ideologi-ideologi yang tidak mencerminkan bangsa Indonesia.  Hal ini patut kita waspadai.

Bidang Agama

Kemudahan akses informasi dalam globalisasi membawa dampak pada munculnya aliran-aliran agama yang sesat bahkan sekte yang membahayakan. Bahkan tak jarang  orang di era modern cenderung tidak mempercayai adanya agama. Ini sungguh sangat mengerikan. Dan berlawanan dengan Pancasila sila pertama yakni “Ketuhanan Yang Maha Esa” . Selaian itu juga lembaga-lembaga agama pun bisa terancam terisisihkan dengan lembaga kemsayrakat lain yang dibentuk demi mengutamakan ilmu pengetahuan.

Baca juga : Globalisasi di Berbagai Aspek Bidang Kehidupan

Bidang Lingkungan dan Kesehatan

Sahabat Teras, kearifan lokal masyarakat kita perlu kita berdayakan dan pertahankan untuk menjaga eksistensi keberadaany mereka. Namun, justru kearifan lokal yang dimiliki bangsa ini kadang dirusak dengan adanya perusahaan asing yang masuk dan melakukan eksploitasi yang berlebihan sehingga merusak lingkungan dan memunculkan wabah penyakit yang di sebabkan oleh limbah-limbah kimia yang dibuang dengan sembarangan.

Bidang Ekonomi

Perlu di ketahui oleh sahabat teras, bahwa ekonomi kita menjunjung tinggi ekonomi kerakyatan. Namun arus global membawa masuknya perushan multinasional yang mampu mematikan usaha-usaha kecil masyarakat lokal kita. Tentunya ini menyebabkan produk lokal tidak bisa bersaing dan bertahan dengan baik. Selain itu juga sistem ekonomi liberal , kapitalis, memunculkan permainan politik ekonomi yang hanya menguntungkan pihak-pihak pemilik modal saja.

Bidang Budaya

Apakah sahabat teras tahu dengan westernisasi ? Ya, westernisasi merupakan salah satu dampak arus global yang mengerus budaya bangsa kita sehingga bisa luntur. Kebudayaan Indonesia semakin terkikis atau luntur  tergerus   oleh   arus zaman di   tengah-tengah   arus   globalisasi   ini   budaya   kebarat –baratan (westernisasi) merupakan  salah satu yang  menyebabkan budaya Indonesia  (lokal) pudar. Dikarenakan banyaknya nilai -nilai budaya barat yang masuk ke dalam nilai– nilai budaya Indonesia (lokal). Dan tentunya banyak sekali hal yang mnggerus budaya lokal kita karena arus global

Jadi sahabat teras sudah paham kan ? Mengenai lunturnya eksitensi jati diri bangsa kita karena arus globalisasi ? Semoga dengan pahamnya penjelasan di atas mampu menciptakan generasi bangsa yang memegang teguh jati diri bangsa dan memfilter dengan baik arus globalisasi…

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2017. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas XII. Esis Erlangga. Jakarta