Dampak Globalisasi terhadap Perubahan Sosial di Tingkat Lokal atau Komunitas

Sahabat Teras, sudah diuraiakan sbelumnya pembahasan mengenai berbagai globalisasi di aspek bidang kehidupan yang memaparkan bahwa Indosnesia pada saat ini menjadi salah satu negara yang terdampak dengan adanya arus tersebut. Hal ini tentunya membawa dampak yang dirasakan dengan adanya perubahan sosial di tingkat lokal atau komunitas yang mengakibat berbagai/ beragam permasalahan.

Misalnya, arus globalisasi yang membawa sebuah perubahan kea rah modern tidak berjalan secara simetris atau selaras di seluruh daerah Indonesia. Masih terjadi perbandingan yang jauh kehidupan perekonomian di perkotaan dengan daerah yang terpencil. Tentunya hal ini karena tidak samanya akses masyarakat dalam memperoleh sumber informasi, peluang, pembangunan dari modernisasi.

Baca juga : Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli dan Karaktersitiknya

Nahh, kira-kira apa saja sih dampak globalisasi terhadap perubahan sosial di tingkat lokal/komunitas? Yuk kita simak penjelasan di bawah ini:

Urbanisasi

Sahabat Teras, salah satu dampak terhadap perubahan komunits lokal aalah adanya sebuah urbanisasi besar-besaran yang terjadi pada masyarakat kita. Globalisasi melahirkan industrialisasi yang tentunya membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Muncullah urbanisasi. Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari pekerjaan pertanian di desa ke pekerjaan industri di kota.

Orang banyak melakukan urbanisasi dengan harapan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik ketika bekerja di indrustri dan diperkotaan yang lebih modern. Menurut Herlianto, pengertian urbanisasi adalah sebagai berikut.

  1. Urbanisasi merupakan suatu proses pertumbuhan daerah pertanian atau pedesaan menjadi perkotaan
  2. Urbanisasi adalah proses yang dialami manusia dari bentuk kehidupan agraris menjadi kehidupan industri
  3. Urbanisasi merupakan pengembangan daerah pedesaan menjadi daerah perkotaan atau desa yang memiliki ciri-ciri seperti kota
  4. Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari pekerjaan pertanian di desa ke pekerjaan industri di kota

Penyebab urbanisasi adalah adanya daya tarik kota berupa daya tarik ekonomi, daya tarik sosial, daya tarik pendidikan, dan daya tarik budaya. Banyak sekali permasalahan dengan adanya urbanisasi ini, di antaranya:

  1. Semakin berkuranya penduduk desa, terutama yang berusia produktif
  2. Banyak sawah/lahan pertanian yang terbengkalai
  3. Hasil panen menurun
  4. Tingkat kesejahteraan masyarakat desa menurun
  5. Muncul pengangguran di kota
  6. Kriminalitas dan perilaku menyimpang lainnya meningkat di kota

Sahabat Teras, tentunya dengan adanya urbanisasi akan membawa dampak positif dan negative bagi desa dan kota. Hal ini karena terjadi karena arus globalisasi yang mampu membawa sebuah perubahan sosial dalam masyarakat.

Baca juga : Strategi dan Sikap Selektif Mengatasi Arus Globalisasi

Kesenjangan Sosial Ekonomi

Secara etimologis, kesenjangan berarti tidak seimbang, tidak simetris, atau berbeda. Kesenjangan sosial ekonomi dapat diartikan sebagai tingkat pertumbuhan sosial ekonomi yang tidak sama yang terjadi pada masyarakat yang melaksanakan pembangunan. Hal ini terjadi karena kurang adanya kesempatan untuk memperoleh sumber pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan berusaha, dan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan.

Berikut faktor-faktor yang mendorong terjadinya kesenjangan ekonomi antara lain.

  1. Menurunnya pendapatan per kapita sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi tanpa diimbangi peningkatan produktivitas
  2. Ketidakmerataan hasil pembangunan antardaerah sebagai akibat kebijakan politik dan kekurangsiapan sumber daya manusia
  3. Rendahnya mobilitas sosial sebagai akibat sikap mental tradisional yang kurang menyukai persaingan dan kurang usaha
  4. Hancurnya industri kerajinan rakyat sebagai akibat monopoli para pengusaha bermodal besar
  5. Investasi yang sangat banyak pada proyek-proyek yang padat modal (capital intensive), sehingga presentasi pendapatan dari harta tambahan lebih besar dibandingkan dengan presentasi pendapatan kerja.

Kesenjangan sosial ekonomi yang terjadi karena faktor ketidakadilan dalam memberi kesempatan berusaha sering terjadi karena adanya praktik monopoli, kolusi, korupsi, dan nepotisme. Berbagai praktik ketidakadilan akan memperbesar jumlah orang miskin dan frustasi. Di sisi lain, praktik tersebut dapat memperkaya orang yang sudah kaya. Apabila hal itu terus terjadi akan timbul kecemburuan sosial yang dapat memicu disintegrasi sosial.

Pencemaran Lingkungan Alam

Dengan kecanggihan teknologi era globalisasi, manusia cenderung menguasai alam. Dengan teknologi, manusia bisa mengeksplorasi bahkan mengeksploitasi alam dan tanpa menyadari dampak berupa pencemaran yang cukup besar.

Kriminalitas

Salah satu dampak pembangunan adalah meningkatnya kriminalitas atau tindak kejahatan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Pembangunan yang dilakukan di negara berkembang, seperti Indonesia sering memunculkan masalah-masalah sosial sebagai berikut ;

  1. Menipisnya rasa kekeluargaan
  2. Meningkatnya sikap individualistis
  3. Meningkatnya tingkat persaingan
  4. Meningkatnya pola hidup konsumtif

Sahabat Teras, sudah bisa kita pahami bersama arus global juga membawa dampak negative dengan meningkatnya kriminalitas dengan cara-cara yang lebih canggih dan bahkan terorganisisr hingga ke ranah internasional.

Lunturnya Eksistensi Jati Diri Bangsa

Globalisasi yang ditandai dengan semakin kaburnya sekat-sekat antarnegara tentu berdampak pada eksistensi jati diri bangsa itu sendiri, misalnya dalam bidang teknologi, bidang pendidikan, bidang ideologi, bidang agama, bidang lingkungan dan kesehatan, bidang ekonomi, dan bidang budaya. Hal ini mengakibatkan Lunturnya Eksisteni Jati Diri Bangsa di Berbagai Bidang tersebut.

Baca juga : Lunturnya Eksistensi Jati Diri Bangsa Akibat Globlaisasi di Berbagai Bidang

Globalisasi ternyata juga memengaruhi unsur bahasa. Bahasa merupakan hasil budaya yang sangat penting. Efek globalisasi ini misalnya berkaitan dengan gaya bahasa, perbendaharaan kata, dan struktur pembahasan. Belum lagi dengan gaya hidup kebarat-baratan masyarakat dan hilangnya nilai-nilai moral yang selama beratus-ratus tahun telah dipupuk masyarakat Indonesia. Hal ini memperlihatkan gejala lunturnya eksistensi jati diri bangsa.

Menurut Kurniawan (2012), paham budaya Barat yang kurang sesuai dengan kebudayaan Indonesia adalah sebagai berikut.

  1. Individualisme, yakni suatu paham yang selalu mementingkan kepentingan sendiri (individu)
  2. Materialisme, yakni paham yang selalu memandang segala sesuatu berdasarkan materi atau harta benda
  3. Sekularisme, yakni suatu paham yang menilai bahwa manusia tidak terikat pada nilai- nilai agama, tetapi hanya mengutamakan akal pikiran dan pendekatan ilmiah rasional
  4. Hedonisme, yakni suatu paham yang menganggap bahwa kesenangan atau kenikmatan duniawi merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.

Demikian penjelasan mengenai dampak globalisasi terhadap perubahan sosial di tingkat lokal atau komunitas. Semoga bisa dipahami oleh sahabat teras semua yaaa….

Sumber :

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2017. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas XII. Esis Erlangga. Jakarta

Murdiyatmoko, Janu dan Citra Handayani. 2018. Sosiologi; Sekolah Menengah Atas Peminatan Ilmu-ilmu Sosial. Grafindo Media Pratama. Bandung