TEORI-TEORI PERUBAHAN SOSIAL

Sahabat Teras,

Adanya sebuah alat transportasi yang begitu canggih seperti Pesawat Terbang, Kereta Cepat, Mobil dan sebagainya tentunya tiak muncul secara tiba-tiba dalam kehidupan kita. Namun membutuhkan sebuah proses yang begitu panjang. Awalnya orang berpergian hanya berjalan kaki, kemdian menggunakan hewan sebagai alat transportasi, kemudian kendaraan sederhana hingga ditemukan alat transportasi canggih.

Nahh perlu sahabat teras ketahui, perubahan alat transportasi dari yang sederhana hingga kompleks ini bisa kalian analisis menggunakan teori perubahan sosial yakni teori perkembangan. Secara sederhana teori perkembangan memiliki analisa bahwa perubahan dapat diarahkan ke titik tujuan tertentu, seperti perubahan dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern yang kompleks.

Baca juga : Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial di Masyarakat

Kira-kira apa saja sih teori-teori perubahan sosial itu ? Yuk, mari kita simak penjelasan di bawah ini;

  1. Teori Siklus

Teori siklus melihat perubahan sebagai sesuatu yang berulang-ulang. Apa yang terjadi sekarang pada dasarnya memiliki kesamaan atau kemiripan dengan apa yang telah terjadi sebelumnya. Perubahan siklus merupakan perubahan yang menyerupai spiral. Oswald Spengler (1880-1936), seorang ahli filsafat Jerman, berpandangan bahwa setiap peradaban besar mengalami proses kelahiran, pertumbuhan, dan keruntuhan. Proses perputaran itu memakan waktu sekitar seribu tahun. Arnold Toynbee melihat bahwa peradaban muncul dari masyarakat primitif melalui proses perlawanan dan respons masyarakat terhadap kondisi yang merugikan mereka. Peradaban tersebut meliputi kelahiran, pertumbuhan, kemandegan, dan disintegrasi karena pertempuran antara kelompok-kelompok dalam memperebutkan kekuasaan.

  1. Teori Perkembangan

Penganut teori ini percaya bahwa perubahan dapat diarahkan ke titik tujuan tertentu, seperti perubahan dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern yang kompleks. Teori ini dikenal dengan teori perkembangan atau linier. Teori perkembangan dibagi menjadi dua, yaitu teori evolusi dan teori revolusi. Penganut teori evolusi berpandangan bahwa masyarakat secara bertahap berkembang dari primitif, tradisional, menuju masyarakat modern yang kompleks dan maju. Tokoh teori ini adalah Auguste Comte, seorang sarjana Prancis yang melihat bahwa masyarakat bergerak dalam tiga tahap perkembangan, yaitu

  1. Tahap teologis (theological stage), di mana masyarakat diarahkan oleh nilai-nilai supernatural
  2. Tahap metafisik (methaphysical stage), merupakan tahap peralihan dari kepercayaan terhadap unsur supernatural menuju prinsip-prinsip abstrak yang berperan sebagai dasar perkembangan budaya
  3. Tahap positivis atau alamiah (positive stage), di mana masyarakat diarahkan oleh kenyataan yang didukung oleh prinsip-prinsip ilmu pengetahuan

Herbert Spencer, seorang sosiolog dari Inggris, berpendapat bahwa setiap masyarakat berkembang melalui tahapan yang pasti. Menurut Spencer orang-orang yang cakap atau terampil sajalah yang dapat memenangkan perjuangan hidup, sedangkan orang yang lemah dan malas akan tersisih. Tahapan perkembangan masyarakat menurut Spencer adalah sebagai berikut.

  1. Masyarakat sederhana
  2. Masyarakat kompleks
  3. Masyarakat lebih kompleks
  4. Peradaban

Sahabat Teras, itulah penjelas mengenai teori perubahan linear. Sepertinya banyak sekali perubahan yang ada di kehidupan kita yang mengadopsi teori ini ya….

Baca juga : Dampak Positif dan Negatif Perubahan Sosial

  1. Teori Gerakan Sosial

Berdasarkan teori ini, ketidakpuasan terhadap kondisi tertentu yang ada dalam masyarakat adakalanya menimbulkan gerakan sosial, di mana sejumlah besar orang mengorganisasikan diri untuk memperjuangkan perubahan (Sztompka, 2009).  Menurut Sztompka, keterkaitan perubahan sosial dan gerakan sosial dapat dilihat dari tiga komponen berikut.

  1. Gerakan sosial memiliki tujuan dalam perubahan
  2. Gerakan sosial dalam hubungan yang timbal balik
  3. Gerakan sosial dalam berbagai status

Selain itu teori ini juga menyatakan bahwa perubahan suatu peradaban ke peradaban lain tidaklah selalu melalui jalan damai, bahkan sejarah membuktikan perubahan peradaban masyarakat kerap terjadi melalui gerakan-gerakan kolektif atau gerakan sosial (Situmorang, 2007).

Adapun menurut Wood dan Jackson (Sztompka, 2010) keterkaitan gerakan sosial dengan perubahan sosial yaitu perubahan sosial adalah basis yang menentukan ciri-ciri gerakan sosial. Jadi gerakan sosial ini mempunyai kaitan yang sangat erat sekali dengan perubahan sosial. Mereka mengklasifikasikan tipe gerakan sosial sebagai berikut.

Gerakan sosial menurut lingkup atau bidang perubahan yang diinginkan

  1. Gerakan reformasi. Tujuannya adalah untuk mengubah aspek kehidupan masyarakat dan menginginkan perubahan di dalam ketimbang perubahan masyarakat secara keseluruhan
  2. Gerakan radikal. Gerakan yang mengupayakan perubahan yang lebih mendalam yang menyentuh landasan sosial masyarakat
  3. Gerakan revolusi (transformative social movement). Gerakan yang menginginkan perubahan secara menyeluruh di segala aspek inti struktur (politik, sosial, ekonomi, maupun budaya) yang tujuannya pada transformasi total

Gerakan sosial berdasar kualitas perubahan yang diinginkan

  1. Gerakan progressive (sayap kiri). Gerakan ini menekankan pada inovasi dalam hal ini untuk memperkenalkan suatu institusi baru, hukum baru, sampai pada kehidupan baru. Perubahan di arahkan untuk masa depan
  2. Gerakan conservative (sayap kanan). Gerakan ini mengarah pada masa lalu, dengan adanya sistem yang sudah mapan sejak dahulu, tetapi mengalami erosi dan cenderung di pertahankan

Gerakan sosial berdasar target perubahan yang diinginkan

  1. Gerakan yang memusatkan perhatian pada perubahan struktur sosial
  2. Gerakan yang memusatkan perhatian pada perubahan yang menyeluruh pada perilaku seseorang

  1. Teori Modernisasi

Teori modernisasi melihat bahwa perubahan negara-negara terbelakang akan mengikuti jalan yang sama dengan negara industri di Barat. Cara tersebut adalah melalui proses modernisasi sehingga negara terbelakang menjadi negara berkembang. Teori ini melihat bahwa negara terbelakang memiliki banyak kekurangan sehingga harus menanggulangi kekurangan yang dimiliki untuk mencapai tahap tinggal landas (take off).

Baca juga : Pengertian Perubahan Sosial Menurut Ahli

Davis Lerner berpendapat bahwa modernisasi diperlukan dalam proses perubahan sosial sehingga negara yang kurang berkembang perlu meminjam dan menerapkan karakteristik dari negara yang sudah maju untuk berubah menjadi negara berkembang ataupun mencapai tahap sebagai negara maju. Halnya menurut Hutington dalam tulisannya, The Change to Change; Modernization, Development and Politics, menyatakan bahwa modernisasi mempunyai ciri-ciri yaitu prosesnya bertahap, prosesnya homogenisasi, wujudnya berupa proses eropanisasi, amerikanisasi ataupun westernisasi, jalannya selalu bergerak maju dan tidak pernah mundur, progresif, serta jangka waktunya panjang.

Sumber :

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2017. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas XII. Esis Erlangga. Jakarta

Murdiyatmoko, Janu dan Citra Handayani. 2018. Sosiologi; Sekolah Menengah Atas Peminatan Ilmu-ilmu Sosial. Grafindo Media Pratama. Bandung