Pengertian, Faktor Pendorong dan Bentuk Mobilitas Sosial

Hallo Sahabat Teras !

Sahabat teras pernah mengalami pasang surut dalam kehidupan atau tidak ? Misalnya pernah menduduki suatu jabatan tinggi, tiba-tiba harus turun jabatan menjadi seorang bawahan. Atau bisa jadi kalian pernah tinggal di sebuah kota yang maju, kemudian keluarga kalian harus pindah ke suatu wilayah pedalaman yang berbanding terbalik dengan suasana sebelumnya. Yaa, tentunya jika kalian pernah mengalami ini maka kalian mengalami mobilitas sosial dalam kehidupan kalian.

Hmm… Kira-kira apa si mobilitas sosial itu ? Pengertian, factor pendorong mobilitas dan bentuk dari mobilitas sosial itu sendiri ? Yuk, cari tau mengenai itu semua pada pembahasan di bawah ini ;

PENGERTIAN MOBILITAS SOSIAL

Gerak sosial (Mobilitas sosial) adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Mobilitas berasal dari bahasa latin mobilis yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Kata sosial yang ada pada istilah tersebut mengandung makna gerak yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial.

Baca juga : Diferensiasi Sosial dan Stratifikasi Sosial dalam Msayarakat

Jadi, mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain.

FAKTOR PENDORONG MOBILITAS SOSIAL

21 - Sisispan 2

  1. Status Sosial

Sahabat Teras, pastinya setiap individu yang ada di masyarkaat kita mengingkan sebuah status sosial yang tinggi. Orang banyak berlomba-lomba untuk dapat mendapatkan kelas status sosial dan dihormati oleh masyarkat sekitarnya. Hal ini mengakibatkan seseorang individu terdorong untuk melakukan mobilitas sosial

  1. Kondisi Ekonomi

Ekonomi menjadi salah satu pendorong orang melakukan mobilitas sosial. Banyak diluar sana masyarakat yang ingin keluar dari zona kemiskinan. Mereka berusaha memperbaiki kehdupan merekan dengan mengingkatkan taraf kehidupan ekonomi mereka.

  1. Situasi Politik

Sahabat Teras, ternyata situasi politik dapat menyebabkan terjasinya mobilitas sosial suatu masyarakat dalam sebuah negara. Keadaan negara yang tidak menentu akan mempengaruhi situasi keamanan yang bisa mengakibatkan terjadinya mobilitas manusia ke daerah yang lebih aman. Atau bisa juga disebabkan oleh sistem politik pemerintahan yang bertentangan dengan hati nurani maupun paham yang dianut. Jadi, meskipun negaranya subur, namun kondisi politik yang tidak kondusif bisa mempengaruhi mobilitas

  1. Pertambahan Penduduk

Faktor kependudukan biasanya menyebabkan mobilitas dalam arti geografik. Disatu pihak, pertambahan jumlah penduduk yang pesat mengakibatkan sempitnya tempat pemukiman dan pihak lain kemiskinan yang semakin merajalela. Keadaan demikian yang mendorong sebagian warga masyarakat mencari tempat kediaman yang lain. Misalnya kepadatan Pulau Jawa mendorong para penduduk mengikuti program transmigrasi ke luar Pulau Jawa

  1. Keinginan Melihat Daerah Lain

Adanya keinginan melihat daerah lain mendorong masyarakat untuk melangsungkan mobilitas geografik dari satu tempat ke tempat yang lain, misalnya berekreasi kedaerah-daerah tujuan wisata.

  1. Kemudahan Akses Pendidikan

Perlu sahabat Teras ketahui, dengan adanya kemudahan seseorang mengakses pendidikan membuat orang dengan mudah pula melakukan mobilitas sosial. Semakin tinggi pendidikan seseorang makan dia akan semakin mudah melakukan mobilitas sosial.

BENTUK MOBILITAS SOSIAL

21 - Sisipan 3

Mobilitas Horizontal

Menurut Soerjono Soekanto pengertian dari mobilitas horinzontal adalah sebagai bentuk mobilitas sosial yang memungkinkan terjadinya perpindahan suatu individu maupun kelompok lain yang sederajat. Bentuk mobilitas sosial horizontal juga dapat dikatakan sebagai sebuah perpindahan status sosial seseorang maupun kelompok masyarakat secara datar dalam sebuah lapisan atau status sosial yang sama.

Baca juga : Pengertian Struktur Sosial dalam Masyarakat

Mobilitas Vertikal

Sahabat Teras, mobilitas vertical bisa terjadi ada dua hal. Yakni aanya mobilitas vertical naik dan ada mobilitas vertical turun. Mobilitas vertical naik sendiri merupakan perpindahaan seseorang dari kelas/status sosial tinggi ke status sosial yang lbih rendah. Misalnya ada seorang Supervisor di perusahan suatu ketika dia mengalami penurunan pangkat menjadi karyawan biasa. Sedangkan mobilitas vertical naik adalah lawan dari mobilitas vertical turun, dalam hal ini seseorang individu mengalami perpindahan meningkat dari status atau kedudukan sebelumnya.

Mobilitas Geografis

Sedangkan mobilitas geografis sangat mudah dipahami lho sahabat teras. Dan pasti kalian pernah mengalaminya. Yakni gerak perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah lain seperti transmigrasi, urbanisasi, dan migrasi.