Dinamika Kelompok Sosial dalam Masyarakat

Sahabat Teras, sebuah kelompok sosial yang tumbuh di dalam masyarkaat pasti selalu mengalami perkembangan dan tidak pernah statis. Misalnya, kelompok OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) selalu emngalami perubahan setiap tahunnya, hal itu disebabkan karena aanya pergantian kepengurusan setiap periode atau ada anggota baru yang masuk dan anggota lama yang keluar dari kelompok tersebut. Nah, hal tersebut tentunya menyebabkan sebuah dinamika kelompok sosial.

Lantas ? Apa sih dinamika dalam kelompok sosial dan faktor apa saja yang bisa mempengaruhi dinamika sebuah kelompok sosial dalam masyarkaat kita ? Yuk, simak penjelasan materi di bawah ini :

14 - Dinamika Kelompok Sosial

Dinamika berarti interaksi atau hubungan antara kelompok satu dengan kelompok yang lainnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dinamika kelompok adalah gerak atau kekuatan yang dimiliki sekumpulan orang dalam masyarakat yang dapat menimbulkan perubahan dalam tata hidup masyarakat yang bersangkutan. Dengan demikian, dinamika kelompok adalah gerak sekumpulan orang yang saling berhubungan dan memiliki tujuan bersama yang dapat menimbulkan perubahan dalam masyarakat.

Baca juga : Bentuk dan Jenis Kelompok Sosial dalam Masyarakat

Dalam kehidupan masyarakat, dinamika kelompok memiliki fungsi sebagai berikut.

  1. Menciptakan kerja sama di antara anggota kelompok sehingga akan menguntungkan satu sama lain
  2. Memudahkan menyelesaikan pekerjaan yang dihadapinya
  3. Memberikan kesempatan kepada semua orang untuk memberikan pendapat atau gagasan

Dalam perkembangannya, ada berbagai indikator yang dapat digunakan untuk mengukur dinamika kelompok, yaitu adaptasi kelompok dan pencapaian tujuan bersama. Selain itu, dalam proses perkembangan suatu kelompok dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor yang datang dari dalam maupun dari luar.

Faktor dari dalam (intern), di antaranya sebagai berikut.

  1. Konflik antarindividu atau sebagai akibat adanya ketidakseimbangan kekuatan dalam kelompok tersebut.
  2. Adanya perbedaan kepentingan sehingga menimbulkan ketidakadilan atau ketidakseimbangan pada anggota kelompok.
  3. Adanya perbedaan paham dari tiap anggota kelompok dalam upaya memenuhi berbagai tujuan kelompok.

Faktor dari luar (ekstern), di antaranya sebagai berikut.

  1. Perubahan situasi atau keadaan di mana kelompok tersebut hidup.
  2. Pergantian anggota kelompok akan memengaruhi perubahan kelompok.
  3. Perubahan situasi sosial ekonomi kelompok.

Demikian, pada umumnya kelompok sosial tidak pernah berjalan di tempat (stabil) dan bukan merupakan kelompok statis. Namun, pasti mengalami perkembangan serta perubahan, hanya saja kecepatannya yang berbeda antara kelompok satu dengan kelompok lain.

Soerjono Soekanto mengatakan masalah dinamika kelompok juga menyangkut gerak atau perilaku kolektif. Dalam hal ini, gerak sebagai bentuk aksi kolektiva. Penyebab suatu kolektiva menjadi agresif antara lain sebagai berikut.

  1. Dalam jangka waktu yang lama mengalami frustasi
  2. Adanya ketersinggungan
  3. Merasa dirugikan
  4. Munculnya ancaman yang berasal dari luar
  5. Adanya perlakuan yang tidak adil
  6. Bidang-bidang yang bersifat sensitif terkena imbasnya.

Keenam hal tersebut dapat juga dikatakan sebagai pemicu timbulnya suatu masalah atau konflik yang terjadi di masyarakat ataupun dapat terjadi di dalam kelompok sendiri.

Baca juga : Pengetian, Ciri, Proses dan Faktor Pembentukan Kelompok Sosial

Sahabat Teras, penjelasan di atas sudah apat di pahami kan ? Yang pasti bahwa kelompok sosial di masyarakat tidak pernah stabil, namun akan selalu mengalami dinamika. Dan dinamika itu memang perlu atau di butuhkan untuk menjadikan sebuah kelompok sosial supaya menjadi lebih baik lagi.

Sumber :

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2017. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas XI. Esis Erlangga. Jakarta

Murdiyatmoko, Janu dan Citra Handayani. 2018. Sosiologi; Sekolah Menengah Atas Peminatan Ilmu-ilmu Sosial. Grafindo Media Pratama. Bandung