Bentuk dan Jenis Kelompok Sosial dalam Masyarakat

Sahabat Teras, dalam kehidupan masyarkaat kita banyak sekali berbagai jenis kelompok sosial. Ada yang kelompok yang terbentuk karena satu profesi yang sama, seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan PGRI ( Persatuan Guru Republik Indonesia). Ada pula jenis kelompok primer seperti keluarga, teman sebaya, dan sebagainya. Nah, perlu sahabat Teras ketahui nih, bebrbagai macam jenis dan bentuk kelompok sosial yang ada dalam masayrakat. Apa saja jenisnya ? Yuk simak penjelasan di bawah ini :

Pertama, Solidaritas Mekanik dan Solidaritas Organik

13 - Bentuk Kelompok Sosial

Sahabat Teras, salah satu tokoh Emile Durkheim membagi kelompok sosial menjadi dua yakni kelompok sosial yang didasarkan pada solidaritas mekanik dan kelompok sosial yang didasarkan pada solidaritas organik sebagai berikut.

  1. Solidaritas mekanik, merupakan ciri dari masyarakat yang masih sederhana dan belum mengenal pembagian kerja. Yang diutamakan adalah persamaan perilaku dan sikap. Seluruh warga masyarakat diikat oleh kesadaran kolektif, yaitu kesadaran bersama.
  2. Solidaritas organik, merupakan bentuk solidaritas yang telah mengenal pembagian kerja. Bentuk solidaritas ini bersifat mengikat, sehingga unsur-unsur di dalam masyarakat tersebut saling bergantung. Karena adanya kesalingtergantungan ini, ketiadaan salah satu unsur akan mengakibatkan gangguan pada kelangsungan hidup bermasyarakat.

Baca juga : Pengetian, Ciri, Proses dan Faktor Pembentukan Kelompok Sosial

Kedua, Gemeinschaft (Paguyuban) dan Gesellschaft (Patembayan)

13 - Bentuk Ferdinan T

Kemudian tokoh Ferdinand Tonnies, membagi kelompok di masyarakat dibedakan menjadi dua, yaitu gemeinschaft dan gesellschaft.

  1. Gemeinschaf atau paguyuban, merupakan kehidupan bersama yang intim, pribadi, dan eksklusif. Suatu keterikatan yang dibawa sejak lahir. Contohnya adalah ikatan perkawinan, agama, Bahasa, adat, dan rumah tangga.

Nah, untuk gemeinschaf sendiri di bagi menjadi tiga jenis, yakni :

  • Gemeinschaft by blood, Gemeinschaft berdasarkan ikatan darah seperti persatuan keluarga yang memiliki marga harahap.
  • Gemeinschaft by place, suatu kelompok yang berdasarkan kedekatan tempat tinggal.
  • Gemeinschaft of mind, suatu kelompok yang terbentuk karena memiliki kesamaan dalam ideologi atau pemikiran.
  1. Gesellschaft atau patembayan, merupakan kehidupan publik sebagai sekumpulan orang yang secara kebetulan hadir bersama, tetapi setiap orang tetap mandiri. Bersifat sementara dan semu. Contohnya adalah ikatan pekerja dan ikatan pengusaha.

Ketiga, Kelompok Primer dan Sekunder

Tokoh Charles H. Cooley dan Ellsworth Farris membagi kelompok sosial menjadi kelompok primer dan kelompok sekunder.

  1. Kelompok primer, ditandai dengan pergaulan, kerja sama, dan tatap muka yang intim. Ruang lingkup kelompok primer yang terpenting adalah keluarga, teman bermain pada masa kecil, rukun warga, dan komunitas orang dewasa.
  2. Kelompok sekunder, kelompok sekunder yang formal, tidak pribadi, dan berciri kelembagaan. Contohnya adalah koperasi dan partai politik.

Baca juga : Dinamika Kelompok Sosial dalam Masyarakat

Keempat, In-Group dan Out-Group

W.G Sumner membagi kelompok sosial menjadi dua yaitu in-group dan out-group.

  1. In-group (kelompok dalam), dijumpai persahabatan, kerja sama, keteraturan, dan kedamaian.
  2. Out-group (kelompok luar), apabila kelompok dalam berhubungan dengan kelompok luar muncullah rasa kebencian, permusuhan, perang, atau perampokan.

Kelima, Membership Group dan Reference Group

Robert K. Merton membagi kelompok sosial menjadi dua yakni membership group dan reference group.

  1. Membership group, adalah kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota dari kelompok tersebut.
  2. Reference group, adalah kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang secara psikologis sehingga dapat membentuk pribadi dan perilakunya.

Keenam, Kelompok Formal dan Informal

  1. Kelompok formal, adalah kelompok yang memiliki aturan tegas dan kelompok ini sengaja diciptakan untuk mengatur hubungan antarsesama anggota.
  2. Kelompok informal, adalah kelompok yang tidak memiliki organisasi dan struktur yang pasti. Kelompok informal ini umumnya terbentuk atas dasar seringnya pertemuan di antara anggota kelompok yang memiliki pengalaman dan kepentingan yang sama.

Terakhir, Kelompok Okupasional dan Volunter

  1. Kelompok okupasional, adalah kelompok yang tercipta karena semakin memudarnya fungsi kekerabatan. Kelompok ini terdiri atas berbagai profesi atau memiliki pekerjaan yang sama. Anggota kelompok ini biasanya memiliki aturan atau pedoman dalam bertingkah laku, yaitu berupa kode etik.
  2. Kelompok volunter, adalah kelompok yang terdiri atas berbagai anggota yang memiliki kepentingan yang sama juga. Namun, yang membedakan kelompok ini dengan kelompok okupasional adalah keberadaan kelompok ini tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Sahabat Teras, itu lah penjelasan mengenai berbagai jenis dan bentuk kelompok sosial yang ada di dalam kehidupan masyarakat kita. Semoga sahabat teras bisa memahami penjelasan singkat di atas dan semakin menambah wawasan dalam ilmu sosiologinya.

Sumber :

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2017. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas XI. Esis Erlangga. Jakarta

Murdiyatmoko, Janu dan Citra Handayani. 2018. Sosiologi; Sekolah Menengah Atas Peminatan Ilmu-ilmu Sosial. Grafindo Media Pratama. Bandung