Status dan Peran dalam Hubungan Sosial (Interaksi Sosial)

Hallo Sahabat Teras !

Apa sih kaitan antara status dan peran dalam interaksi sosial atau hubungan sosial ? Sahabat Teras pernah melihat nggak ? Ada seorang pergi ke pasar tetapi mendapat perlakuan yang berbeda dalam interaksi sosialnya. Misal seorang yang memiliki status biasa-biasa saja di dalam masyarkaat ketika ia pergi ke pasar maka suasana pasar akan seperti biasa pula. Namun berbeda ketika yang dating ke pasar seorang Gubernur atau Presiden yang memiliki status sosial yang tinggi, maka tentunya suasana interaksi sosial di pasar akan sangat berbeda jauh ( banyak pengamanan, kerumunan, semakin ramai dan orang tertarik untuk melihat pejabat yang berkunjung ke pasar tersebut). Nahh, yuk mari kita simak kaitan antara status dan peran dalam hubungan sosial di bawah ini :

09 - status dan peran

Status (kedudukan)

Status (kedudukan) merupakan posisi seseorang secara umum di masyarakat dalam hubungannya dengan orang lain. Posisi seseorang menyangkut lingkungan pergaulannya, prestise, hak-hak dan kewajibannya.

Baca juga : Hakekat Interaksi Sosial ( Hubungan Sosial )

Menurut Ralf Linton, dalam kehidupan masyarakat terdapat tiga macam status:

  • Ascribed status, merupakan status seseorang yang dicapai dengan sendirinya tanpa memperhatikan perbedaan rohaniah dan kemampuan. Status tersebut dapat diperoleh sejak lahir.
  • Achieved status, merupakan status yang diperoleh seseorang melalui usaha-usaha yang disengaja. Status ini tidak diperoleh atas dasar keturunan, akan tetapi tergantung pada kemampuan individu dalam mencapai tujuannya. Jenis status ini bersifat terbuka bagi siapa saja.
  • Assigned status merupakan status yang diperoleh dari pemberian pihak lain. Assigned status berhubungan erat dengan achieved status. Artinya suatu kelompok atau golongan memberikan status yang lebih tinggi kepada seseorang yang berjasa.

Dalam kenyataan masyarakat, seseorang dapat mempunyai beberapa status. Bahkan dalam waktu bersamaan dia dapat menjalankan beberapa status sekaligus. Beragam status yang dimiliki seseorang tersebut dapat menimbulkan pertentangan atau konflik status (status konflik). Setiap status yang ada di dalam masyarakat ini pastikan juga akan mempengaruhi hubungan sosial yang ada. Setiap status pasti akan mendapatkan perlakuan yang berbeda dlaam interaksi sosialnya.

Peran

Peran merupakan aspek dinamis dari kedudukan atau status. Peran adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain terhadap seseorang dalam melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya. Status dan peran tidak dapat dipisahkan karena tidak ada peran tanpa status dan tidak ada status tanpa peran. Sama seperti status, peran dapat dimiliki manusia sejak lahir atau diperoleh dari lingkungan sosial. Peran-peran tersebut harus dilaksanakan sekaligus. Di sinilah akan terjadi konflik

Sumber

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2016. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas X. Esis Erlangga. Jakarta