Hakekat Interaksi Sosial (Hubungan Sosial)

Hallo Sahabat Teras !

Kali ini kita akan belajar sebuah BAB materi baru untuk kalian. Yakni materi mengenai HUbungan Sosial (Interaksi Sosial). Materi ini akan mengajarkan Sahabat Teras untuk lebih memahami bagaimana kita berinteraksi dalam kehiduapn sosial masyarakat, dan tentunya akan sangat bermanfaat untuk Sahabat Teras semuanya. Lantas, apa sih yang akan di pelajari dalam Hubungan Sosial ini ? Yuk simak garis besar peta pembalajaran mengenai Hubungan Sosial di bawah ini :

Hubungan sosial adalah hubungan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, hubungan sosial berarti hubungan seseorang dengan orang lain dalam pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat. Unsur mendasar dari hubungan sosial adalah interaksi sosial.

Hakikat Interaksi Sosial

Interaksi antarmanusia terjadi karena manusia saling membutuhkan. Di samping itu manusia secara kodrati adalah makhluk sosial. Di dalam dirinya terdapat hasrat untuk berkomunikasi, bergaul, dan bekerja sama dengan manusia lain. Karena itulah, interaksi dengan orang lain merupakan kebutuhan mendasar dalam diri manusia.

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik berupa aksi saling mempengaruhi antarindividu, antara individu dan kelompok, dan antarkelompok. Sementara itu, Gillin mendefinisikan interaksi sosial sebagai hubungan-hubungan sosial dinamis yang menyangkut hubungan antarindividu, antara individu dan kelompok, atau antarkelompok.

Dalam hubungan tersebut, individu atau kelompok bekerja sama atau berkonflik, melakukan interaksi, baik formal maupun informal, baik langsung maupun tidak langsung. Dalam interaksi sosial, salah satu pihak memberikan stimulus atau aksi dan pihak lain memberikan respons atau reaksi.

(Baca juga : Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial/ Hubungan Sosial)

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Menurut Soerjono Soekanto, interaksi sosial tidak mungkin terjadi tanpa kontak sosial dan komunikasi.

  1. Kontak Sosial

Kata “kontak” diturunkan dari Bahasa Latin: cum yang berarti bersama-sama dan tangere yang berarti menyentuh. Kontak sosial memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

  • Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Kontak sosial positif mengarah pada kerja sama, sedangkan kontak sosial negatif mengarah pada pertentangan atau konflik.
  • Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak sosial primer terjadi ketika para peserta interaksi bertatap muka secara langsung. Sementara itu, kontak sekunder terjadi ketika interaksi berlangsung melalui perantara, misalnya percakapan melalui telepon.

2. Komunikasi

Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.

Lima unsur pokok dalam komunikasi

  1. Komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan kepada pihak lain
  2. Komunikan, yaitu orang atau sekelompok orang yang menerima pesan
  3. Pesan, yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator
  4. Media, yaitu alat untuk menyampaikan pesan
  5. Efek, yaitu perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan setelah mendapatkan pesan dari komunikator

Faktor-Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Interaksi sosial dilandasi oleh beberapa faktor psikologis yaitu,

  1. Imitasi

Imitasi adalah tindakan meniru orang lain. Imitasi dapat dilakukan dalam bermacam-macam bentuk, misalnya gaya bicara, tingkah laku, adat dan kebisaan, pola pikir, serta apa saja yang dimiliki atau dilakukan oleh seseorang.

  • Sugesti

Sugesti berlangsung ketika seseorang memberi pandangan atau pernyataan sikap yang dianutnya dan diterima oleh orang lain. Sugesti bisanya muncul ketika si penerima sugesti tidak dapat berpikir rasional. Ia akan langsung menerima segala anjuran atau nasihat yang diberikan dan meyakini kebenarannya. Pada umumnya, sugesti berasal dari hal-hal berikut.

  • Orang yang berwibawa, karismatik, atau memiliki pengaruh yang kuat terhadap penerima sugesti.
  • Orang yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari penerima sugesti
  • Kelompok mayoritas terhadap minoritas
  • Reklame atau iklan di media massa

Sugesti bukan hanya karena faktor si pemberi sugesti, tapi juga karena beberapa faktor di dalam diri si penerima sugesti.

  • Terhambatnya daya berpikir kritis
  • Kemampuan berpikir yang terpecah belah (disosiasi). Disosiasi terjadi ketika seseorang sedang dilanda kebingungan karena menghadapi berbagai persoalan
  • Orang yang ragu-ragu dan pendapat satu arah.

    Baca juga : Status dan Peran dalam Hubungan Sosial (Interaksi Sosial)
  • Identifikasi

Identifikasi merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan). Identifikasi bersifat lebih mendalam daripada imitasi karena dapat membentuk kepribadian seseorang.

  • Simpati

Simpati merupakan kondisi ketertarikan seseorang kepada orang lain. Ketika bersimpati, seseorang menempatkan dirinya dalam keadaan orang lain dan merasakan apa yang dialami, dipikirkan, atau dirasakan orang lain.

  • Empati

Empati merupakan simpati mendalam yang dapat mempengaruhi kondisi fisik dan jiwa seseorang. Contohnya, seorang ibu yang ikut merasakan penderitaan anaknya yang mengidap kanker darah. Ibu tersebut sangat sedih sehingga ia pun jatuh sakit.

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial secara umum di bagi menjadi dua bentuk. Yakni ada Asosisatif dan Disosiatif. Lalu apa sih pengertian dari keduanya itu ? Sahabat Teras pasti bertanya-tanya mengenai ini. Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

Bantuk interaksi asosiatif adalah proses yang terjadi pada bentuk interaksi sosial dan mengarah pada persatuan, kesatuan, dan dapat meningkatkan solidaritas sosial antar individu atau kelompok. Yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan disosiatif adalah  bentuk interaksi yang dapat menyebabkan perpecahan di dalam masyarakat. Lantaran proses ini dilakukan dengan cara peperangan tanpa adanya akomodasi dalam penerapannya. Proses disosiatif tentusaja secara tidak langsung berlawanan dengan proses asosiatif.

Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif
Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

Sumber

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2016. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas X. Esis Erlangga. Jakarta