Pengetian, Ciri, Proses dan Faktor Pembentukan Kelompok Sosial

Hallo Sahabat Teras !

Pernah nggak sih sahabat Teras punya komunitas ? Atau ikut organisasi tertentu dalam masyarakat/ sekolah ? Seperti Kelompok Remaja, LSM, atau OSIS, dan lain sebagainya. Tentunya sahabat Teras pernah ikut dalam kelompok tersebut. Nah, apa yang Sahabat Teras lakukan tentunya menjadi bagian dari sebuah kelompok Sosial di dalam masayrkaat.

Kok Bisa ? Yuk simak apa sih sebenarnya pengertian , ciri-ciri atau karakteristik, proses dan faktor dari pembentuk kelompok sosial di bawah ini. Tentunya materi ini akan menambah wawasan sahabat Teras semua untuk semakin mendalamai ilmu sosiologi.

12 - Kelompok Sosial

Baca juga : Bentuk dan Jenis Kelompok Sosial dalam Masyarakat

Pengertian Kelompok Sosial

Manusia memang tidak bisa hidup sendiri. Hal tersebut karena bagian dari hakekat manusia sebagai makhluk sosial. Manusia sebagai makhluk sosial menjadikan manusia bisa hidup berkelompok dan berinteraksi satu sama lain. Nah, pada point kali ini kita akan belajar pengertian kelompok sosial dari berbagai ahli sosiologi. Berikut paparan ahli sosiologi :

  1. (Soerjono Soekanto) Kelompok Sosial merupakan suatu kumpulan yang nyata, teratur dan tetap dari orang-orang yang melaksanakan perananya yang saling berkaitan guna mencapai tujuan yang sama.
  2. (Joseph S. Rouck) Suatu kelompok meliputi dua atau lebih manusia yang di antara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.
  3. (Wila Huky) kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.
  4. (Paul B. Horton) berpendapat bahwa kelompok berarti setiap kumpulan manusia secara fisik (misalnya, sekelompok orang yang sedang menunggu bis kota).
  5. (Roland L. Warren) berpendapat bahwa satu kelompok sosial meliputi sejumlah manusia yang berinteraksi dan memiliki pola interaksi yang dapat dipahami oleh anggotanya secara keseluruhan.
  6. (Robert K. Merton) mendefinisikan kelompok sebagai sekumpulan orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan.
  7. (Mac Iver dan Charles H. Page) berpendapat bahwa kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama. Hubungan antarmanusia dalam himpunan itu bersifat saling memengaruhi dan dengan kesadaran untuk saling menolong.

Ciri / Karakteristik Kelompok Sosial

Kelompok Sosial dalam masayrkaat memiliki ciri-ciri atau karakteristik. Adapun ciri-ciri kelompok sosial adalah sebagai berikut:

  1. Kelompok sosial adalah satu kesatuan yang nyata, dapat dikenal, dan dapat dibedakan kelompok sosialnya.
  2. Tiap anggota kelompok sosial merasa memiliki kepentingan yang sama dan mempertahankan nilai-nilai hidup yang sama.
  3. Tiap kelompok sosial memiliki struktur sosial karena terdiri dari individu yang saling terkait satu sama lain berdasar status dan perannya.
  4. Tiap anggota kelompok sosial memiliki peran-peran yang berbeda
  5. Tiap kelompok sosial memiliki norma-norma kelakuan yang mengatur peran anggota.

Sedangkan menurut salah satu tokok Sosiologi yakni menurut Soerjono Soekanto, himpunan manusia baru dapat dikatakan sebagai kelompok sosial apabila memiliki beberapa persyaratan berikut.

  1. Adanya kesadaran sebagai bagian dari kelompok yang bersangkutan
  2. Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lain dalam kelompok itu.
  3. Ada suatu faktor pengikat yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok, sehingga hubungan di antara mereka bertambah erat. Faktor tadi dapat berupa kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama, dan lain-lain
  4. Memiliki struktur, kaidah, dan pola perilaku yang sama
  5. Bersistem dan berproses

Proses Terbentuknya Kelompok Sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang secara kodrati tidak dapat hidup tanpa orang lain. Dengan kata lain, manusia tidak mampu hidup apabila tidak bersama-sama dengan orang lain. Oleh karena itu, untuk mencapai kodrat kemanusiaannya, manusia harus membentuk dan mengembangkan hubungan sosial dengan manusia lain. Setelah melakukan suatu hubungan atau interaksi, agar manusia dapat bertahan (survive) maka mereka harus membentuk kelompok.

Suatu kelompok sosial dapat terbentuk apabila terdapat sedikitnya dua orang anggota (dyad) yang saling berinteraksi dan memengaruhi. Kemudian triad terdiri dari tiga orang yang saling berinteraksi. Ketika besarnya anggota kelompok meningkat, jumlah kemungkinan hubungan juga meningkat.

Demikian, seseorang dikatakan menjadi bagian dari suatu kelompok apabila berkumpul dengan para anggota dan memiliki interaksi dengan anggota lain dari kelompok tersebut.

12 - Proses Kelompok Sosial

Faktor Pembentuk Kelompok Sosial

  1. Kedekatan Geografis

Kedekatan geografis berpengaruh besar terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok. Semakin dekat jarak geografis antara dua atau lebih orang, semakin mungkin mereka untuk saling berbicara dan berinteraksi. Jadi, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. Kedekatan tersebut bisa kita lihat ketika ada seseorang yang merantau ke suatu daerah dan bertemu dengan orang yang statusnya sama sebagai perantau dan berasa dari daerah yang sama. Secara tidak sadar, orang tersebut merasa ada ikatan batin meskipun pada awalnya belum saling mengenal ketika masih di daerah asal.

Kedekatan Geografis ini juga di bagi menjadi dua, geografis tempat tinggal ada juga geografis daerah asal yang sama. Contohnya geografis tempat tinggal adalah Karang Taruna, ibu-ibu PKK, kelompok RT dan sebagainya. Sedangkan geografis daerah asal biasanya kelompok ini terbentuk di wilayah perantauan. Misalnya perkumpulan kelompok mahasiswa Surakarta yang sedang kuliah di Jakarta.

Baca juga : Dinamika Kelompok Sosial dalam Masyarakat

  1. Kesamaan Kepentingan

Adanya kesamaan kepentingan membuat kelompok sosial ini memiliki pehamaman yang sama akan tujuan bersama dan mau bekerja sama demi mencapai kepentingan dan tujuan tersebut. Hal ini terlihat pada kelompok belajar di sebuah kelas atau bimbel yang  para anggotanya sama-sama memiliki kepentingan untuk lulus atau mendapat nilai tertentu.

  1. Kesamaan Keturunan

Kelompok sosial yang terbentuk dengan persamaan keturunan, akan memiliki tujuan yang sama yakni menyambung tali persaudaraan. Dampak positifnya, masing-masing anggotanya secara tidak langsung memiliki komitmen untuk tetap aktif terlibat dalam kelompok sosial ini untuk menjaga agar tali persaudaraan tidak terputus.

  1. Kesamaan Nasib

Adanya persamaan nasib atau pekerjaan, maka dapat terbentuk kelompok sosial yang mewadahi yang bertujuan meningkatkan taraf hidup amaupun kinerja anggotanya. Contohnya, perkumpulan informal mitra ojek online yang saat ini sedang marak di berbagai kota. Adanya perkumpulan ini didasari oleh kesamaan nasib dan profesi para anggotanya sebagai sesama mitra ojek online yang membutuhkan wadah untuk saling berbagi cerita dan informasi terbaru terkait penumpang dan kebijakan perusahaan.

Sumber :

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2017. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas XI. Esis Erlangga. Jakarta

Murdiyatmoko, Janu dan Citra Handayani. 2018. Sosiologi; Sekolah Menengah Atas Peminatan Ilmu-ilmu Sosial. Grafindo Media Pratama. Bandung