Jenis-Jenis Lembaga Sosial dalam Masyarakat

Hallo Sahabat Teras !

Dalam kehidupan masyarakat kita begitu banyak sekali lembaga yang tumbuh dan berkembang dan selalu mengikuti perkembangan zaman yang ada. Namun di sisi lain lembaga sosial juga mempertahankan nilai dan aturan yang masih relevan dari masa lampau. Lalu, apa saja sih sebenarnya lembaga sosial yang ada dan tumbuh dalam kehidupan kita. Yuk kita check materi pembelajaran di bawah ini :

11 - Jenis Lemba aKeluarga

  1. Lembaga Keluarga

Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Dalam kehidupan di masyarakat, kita mengenal tiga macam bentuk keluarga yaitu.

  1. Keluarga inti (keluarga batih, somah, nuclear family), yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak yang belum menikah
  2. Keluarga besar (extended family) merupakan ikatan keluarga dalam satu turunan yang terdiri atas kakek, nenek, ipar, paman, anak, cucu, dan sebagainya
  3. Keluarga polygamous terdiri dari beberapa keluarga inti yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga

Baca Juga : Pengetian, Fungsi, Karakteristik, dan Tipe-Tipe Lembaga Sosial (Social Institution) dalam Masayarakat

Proses terbentuknya keluarga

Pada umumnya, keluarga terbentuk melalui perkawinan yang sah menurut agama, adat, atau pemerintah dengan proses seperti di bawah ini.

  1. Diawali dengan adanya interaksi antara pria dan wanita
  2. Interaksi dilakukan berulang-ulang, lalu menjadi hubungan sosial yang lebih intim, kemudian terjadi proses perkawinan.
  3. Setelah terjadi perkawinan, terbentuklah keturunan, kemudian terbentuklah keluarga inti.

Tujuan Perkawinan

  1. Untuk mendapatkan keturunan
  2. Untuk meningkatkan derajat dan status sosial seseorang baik pria maupun wanita
  3. Mendekatkan kembali hubungan kerabat yang sudah renggang
  4. Agar harta warisan tidak jatuh ke tangan orang lain

Manfaat atau hikmah perkawinan

  1. Terpeliharanya kehormatan
  2. Menghubungkan tali persaudaraan dan memperbanyak keluarga
  3. Membentuk keluarga dan masyarakat sejahtera

Fungsi Lembaga Keluarga

  1. Fungsi reproduksi

Setiap manusia memiliki kebutuhan biologis, baik laki-laki maupun pria. Untuk memenuhi kebutuhan biologis tersebut maka akan terjadi perkembangbiakan berupa keturunan.Oleh karenanya, keluarga berfungsi sebagai sarana reproduksi

  1. Fungsi sosialisasi

Memiliki kaitan yang sangat erat dengan fungsi edukatif atau pendidikan, karena didalamnya mengandung unsur sosialisasi dan begitu juga sebaliknya.

  1. Fungsi afeksi/kasih sayang

Ketika anak masih kecil, fungsi afeksional memegang peranan sangat penting. Ia dapat merasakan dan menangkap perasaan orang tuanya pada saat anak berkomunikasi dengan mereka. Anak sangat membutuhkan kehangatan perasaan dari orang tuanya. Oleh karenanya, orang tua harus melaksanakan fungsi perasaan ini dengan baik agar anak tumbuh dengan jiwa yang sehat

  1. Fungsi ekonomi

Fungsi ekonomi keluarga sangatlah penting bagi kehidupan keluarga, karena keluarga merupakan pendukung utama bagi kelangsungan hidup keluarganya. Fungsi ekonomi keluarga terdiri dari pencarian nafkah, perencanaan dan penggunaannya.

  1. Fungsi pengawasan sosial

Keluarga juga berperan sebagai tempat pengendalian sosial bagi anggota keluarganya. Keluarga dapat melakukan upaya preventif atau upaya pencegahan terhadap anggota keluarganya untuk tidak melakukan perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku didalam masyarakat.

  1. Fungsi proteksi (perlindungan)

Yakni fungsi dalam memberikan perlindungan bagi seluruh anggota keluarga. Salah satu alasan membentuk sebuah keluarga adalah untuk memperoleh keterjaminan dan perlindungan baik secara fisik maupun psikologis.

2. Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan merupaakan salah satu lembaga yang penting dalam kehidupan kita. Dengan adanya lembaga pendidikan memberi manfaat yang sangat berarti untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Fungsi lembaga pendidikan di dalam kehidupan masyarakat kita adalah sebagai berikut.

Fungsi manifest (nyata)

  1. Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah
  2. Mengembangkan bakat perseorangan
  3. Melestarikan kebudayaan
  4. Menanamkan keterampilan

Fungsi laten (tidak disadari)

  1. Mengurangi pengendalian orang tua
  2. Menyediakan sarana untuk pembangkangan
  3. Mempertahankan sistem kelas sosial
  4. Memperpanjang masa remaja

3. Lembaga Politik

Keseluruhan tata nilai dan norma yang berkaitan dengan kekuasaan dan wewenang yang ada dalam masyarakat dinamakan lembaga politik. Lembaga politik berkaitan dengan masalah-masalah bentuk negara, bentuk pemerintahan, dan bentuk kekuasaan, serta sistemnya.

Bentuk Negara

  1. Negara kesatuan memiliki ciri-ciri, antara lain hanya ada satu pemerintahan, satu parlemen, satu lembaga peradilan, dan satu konstitusi.
  2. Negara federasi atau serikat memiliki ciri-ciri antara lain terdapat negara di dalam negara atau sering disebut negara bagian.

Bentuk pemerintahan

  1. Republik adalah bentuk pemerintahan yang dipimpin seorang presiden.
  2. Monarki adalah bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang raja atau ratu
  3. Kekaisaran adalah bentuk pemerintah dengan kepala negara seorang kaisar.

Fungsi lembaga politik

  1. Memelihara ketertiban di dalam (internal order)
  2. Menjaga keamanan di luar (external security)
  3. Mengusahakan kesejahteraan umum (general welfare)
  4. Mengatur proses politik

Unsur-unsur lembaga politik

  1. Pola perilaku : loyalitas, kepatuhan, subordinasi, kerja sama, dan consensus
  2. Budaya simbolis : bendera, materai, maskot, dan lagu kebangsaan
  3. Budaya manfaat : gedung, persenjataan, pekerjaan pemerintah, blanko, dan formulir
  4. Kode spesialisasi: program, konstitusi, traktat, dan hokum
  5. Ideologi : nasionalisme, hak rakyat, demokrasi, dan republik/ monarki

4. Lembaga Ekonomi

Menurut Kornblum (1988), penelitian terhadap institusi ekonomi difokuskan pada pokok bahasan pasar dan pembagian kerja, interaksi antara pemerintah dan institusi ekonomi, dan perubahan pekerjaan.

Pola-pola politik ekonomi

  1. Pola feodalisme, yaitu seperangkat lembaga politik dan ekonomi yang menempatkan pemilik tanah (raja) dan prajurit-prajurit yang menjaga keamanan sebagai pelindung warga, harta benda, dan hak penggunaan tanah.
  2. Sistem merkantilisme, yaitu sistem perekonomian yang menempatkan negara sebagai pihak yang bertanggung jawab mengendalikan dan mengarahkan segenap kegiatan ekonomi.
  3. Sistem kapitalisme, yaitu reaksi dari sistem merkantilisme. Sistem kapitalisme memberikan kebebasan kepada pemilik modal untuk mengembangkan usahanya dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.
  4. Sistem komunisme, yaitu suatu saham yang menempatkan partai tunggal atau diktator sebagai wakil rakyat yang memerintah atas nama rakyat.
  5. Sistem sosialisme, yaitu sistem yang bertujuan merombak masyarakat ke arah persamaan hak dan pembatasan hak milik pribadi untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan dan fungsi lembaga ekonomi

  1. Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan
  2. Memberikan pedoman untuk melakukan pertukaran barang (barter)
  3. Memberikan pedoman tentang harga jual beli
  4. Memberikan pedoman untuk menggunakan tenaga kerja
  5. Memberikan pedoman tentang cara pengupahan
  6. Memberikan pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja
  7. Memberi identitas diri bagi masyarakat

5. Lembaga Agama

Dalam hal ini agama diartikan dengan istilah religion. Menurut Durkheim (1966), agama adalah suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci atau sakral. Kepercayaan dan praktik tersebut mempersatukan semua orang yang beriman ke dalam suatu komunitas moral yang dinamakan umat.

Durkheim menjelaskan bahwa semua agama membagi semua benda yang ada di bumi ini, baik yang berwujud nyata maupun ideal, ke dalam dua kelompok yang saling bertentangan, yaitu hal yang bersifat profane dan suci (sacred), atau duniawi dan Ilahi.

Fungsi agama

Menurut Durkheim (1966), fungsi agama adalah untuk menggerakkan dan membantu kita untuk hidup. Dari segi makro, agama dapat menjalankan fungsi positif karena memenuhi keperluan masyarakat untuk secara berkala menegakkan dan memperkuat perasaan dan ide kolektif yang menjadi ciri dan inti persatuan dan persamaan umat.

Secara rinci, agama berfungsi sebagai berikut

  1. Sebagai sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok
  2. Mengatur tata cara hubungan antarmanusia dan manusia dengan Tuhan
  3. Merupakan tuntutan tentang prinsip benar atau salah untuk menghindari perilaku menyimpang
  4. Pedoman untuk mengungkapkan rasa kebersamaan yang mewajibkan seseorang untuk selalu berbuat baik terhadap sesama dan lingkungan hidupnya
  5. Pedoman perasaan keyakinan (confidence)
  6. Pedoman keberadaan (existence)
  7. Pengungkapan keindahan (estetika)
  8. Pedoman rekreasi dan hiburan
  9. Memberikan identitas

Sumber

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2016. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas X. Esis Erlangga. Jakarta