Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial (Hubungan Sosial)

Hubungan Sosial atau yang sering kita sebut juga Interaksi Sosial memiliki berbagai bentuk atau jenis. Mungkin Sahabat Teras disini sudah tau secara garis besar bahwasanya Hubungan Sosial memiliki bentuk asosiatif dan disosiatif. Nah, pada kesempatan ini kita akan berbicara lebih jauh untuk menjelaskan bentuk hungungan sosial asosiatif dan jenisnya serta hubungan sosial disosiatif dan jenisnya pula. Yuk simak penjelasan di bawah ini :

08 - Bentuk Hubungan Sosial

Bentuk Asosiatif

  1. Kerjasama

Berdasarkan pelaksanaannya, kerja sama memiliki lima bentuk.

  1. Kerukunan atau gotong royong
  2. Bargaining, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih. Dalam bargaining prinsip keadilan sangat ditekankan
  3. Kooptasi, proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan politik organisasi sebagai satu-satunya cara menghindari konflik yang dapat mengguncang organisasi
  4. Koalisi, kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama
  5. Joint venture, yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek tertentu

 

  1. Akomodasi

Akomodasi memiliki dua pengertian, yakni sebagai keadaan dan sebagai proses. Akomodasi sebagai keadaan mengacu pada keseimbangan interaksi antarindividu atau antarkelompok berkaitan dengan nilai dan norma sosial yang berlaku. Akomodasi sebagai proses mengacu pada usaha-usaha manusia untuk meredakan pertentangan agar tercipta keseimbangan.

Baca juga : Status dan Peran dalam Hubungan Sosial (Interaksi Sosial)

Berikut beberapa tujuan akomodasi adalah sebagai berikut.

  • Menghasilkan sintesis atau titik temu antara beberapa pendapat yang berbeda agar menghasilkan suatu pola baru
  • Mencegah terjadinya pertentangan untuk sementara
  • Mengadakan kerja sama antarkelompok sosial yang terpisah akibat faktor sosial dan psikologis atau kebudayaan
  • Mengusahakan peleburan antarkelompok sosial yang terpisah

Akomodasi sebagai sebuah proses mempunyai beberapa bentuk, yaitu:

 

  1. Koersi, yaitu bentuk akomodasi yang prosesnya melalui paksaan secara fisik maupun psikologis
  2. Kompromi, yaitu bentuk akomodasi ketika pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian
  3. Arbitrase, yaitu cara untuk mencapai kompromi apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri. Pertentangan diselesaikan oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak.
  4. Mediasi hampir menyerupai arbitrase. Dalam proses mediasi, kedudukan pihak ketiga hanya sebagai penasihat. Pihak ketiga tidak memiliki wewenang mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah
  5. Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan.
  6. Toleransi, bentuk akomodasi yang terjadi tanpa persetujuan formal.
  7. Stalemate, terjadi ketika pihak-pihak yang bertikai memiliki kekuatan yang seimbang hingga akhirnya kedua pihak menghentikan pertikaian tersebut.
  8. Ajudikasi, yaitu cara menyelesaikan masalah melalui pengadilan
  9. Segregasi, yaitu bentuk akomodasi ketika masing-masing pihak memisahkan diri dan saling menghindar untuk mengurangi ketegangan
  10. Eliminasi, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik karena mengalah
  11. Subjugation atau domination, yaitu bentuk akomodasi ketika pihak yang kuat meminta pihak yang lebih lemah menaatinya.
  12. Keputusan mayoritas, yaitu keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak dalam voting
  13. Minority consent, yaitu kemenangan kelompok mayoritas yang diterima dengan senang hati oleh pihak minoritas
  14. Konversi, yaitu penyelesaian konflik ketika salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain
  15. Gencatan senjata, yaitu penundaan permusuhan dalam jangka waktu tertentu

3. Asimilasi

Asimilasi merupakan usaha mengurangi perbedaan antarindividu atau antarkelompok guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan bersama. Dalam asimilasi terjadi proses identifikasi diri dengan kepentingan dan tujuan kelompok. Apabila dua kelompok melakukan asimilasi, maka batas-batas antarkelompok akan hilang dan keduanya melebur menjadi satu kelompok yang baru.

Faktor-faktor yang mempermudah proses asimilasi adalah sebagai berikut

Sikap toleransi

  • Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi
  • Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya
  • Sikap terbuka dari golongan penguasa dalam masyarakat
  • Persamaan unsur kebudayaan
  • Perkawinan campuran (amalgamasi)
  • Adanya musuh bersama dari luar

Sebaliknya, faktor-faktor yang menghalangi proses asimilasi adalah sebagai berikut

  • Terisolasinya kehidupan satu golongan tertentu dalam masyarakat
  • Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi
  • Adanya perasaan takut terhadap kekuatan kebudayaan yang dihadapi
  • Adanya perasaan takut terhadap kekuatan kebudayaan yang dihadapi
  • Adanya perasaan bahwa suatu kebudayaan atau golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok yang lain
  • Adanya in group feeling yang kuat.
  • Adanya gangguan golongan mayoritas terhadap golongan minoritas
  • Adanya perbedaan kepentingan dan pertentangan-pertentangan pribadi
  1. Akulturasi

Akulturasi adalah berpadunya dua kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing.

Baca juga : Hakekat Interaksi Sosial (Pengertian dan Syarat)

Bentuk Disosiatif

  1. Persaingan

Persaingan adalah perjuangan berbagai pihak untuk mencapai tujuan tertentu. Salah satu ciri dari persaingan adalah perjuangan yang dilakukan secara damai dan sportif (fair play), artinya persaingan selalu menjunjung tinggi batasan dan aturan.

  1. Kontravensi

Kontravensi pada hakikatnya merupakan bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai dengan ketidakpuasan seseorang, perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian, dan keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang. Kontravensi cenderung bersifat rahasia. Perang dingin merupakan salah satu contoh kontravensi karena tujuannya membuat lawan tidak tenang atau resah. Dalam hal ini lawan tidak diserang secara fisik tetapi secara psikologis. Lima bentuk kontravensi menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker, klik di sini.

  1. Pertentangan

Pertentangan atau konflik adalah perjuangan individu atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuan dengan cara menentang pihak lawan. Bisanya, konflik disertai dengan ancaman atau kekerasan.

Pertentangan tidak selalu bersifat negatif. Pertentangan juga dapat menjadi alat untuk menyesuaikan norma-norma yang telah ada dengan kondisi baru yang sesuai dengan perkembangan masyarakat. Pertentangan dapat pula menghasilkan kerja sama karena masing-masing pihak dapat saling berintrospeksi dan memperbaiki diri. Mengenai bentuk-bentuk konflik sosial, klik di sini.

Nah sekarang sudah makin paham kan Sahabat Teras mengenai Bentuk-Bentuk Hubungan Sosial (Interaksi Sosial) yang ada di masyarakat kita ? Karena dalam kehidupan masyarakat kita begitu banyak fenomena mengenai hubungan atau interaksi sosial ini.

Sumber

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2016. Sosiologi; Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial; untuk SMA/MA Kelas X. Esis Erlangga. Jakarta