Objek Kajian dalam Sosiologi menurut Ahli (Durkheim, Max weber, C. Wright Mills, dan Peter L. Berger)

Sahabat Teras semua, kita semua tau bahwa Sosiologi merupakan ilmu yang memiliki objek kajian masyarakat. Secara umum objek kajian Sosiologi di bagi menjadi objek material dan objek formal. Objek material itu sendiri suatu pengetahuan meliputi entitas baik fisik ataupun kultural yang menjadi ’materi’ atau pembahasan utama ilmu pengetahuan. Objek material sosiologi berupa gejala sosial dalam kaitannya dengan hubungan kemasyarakatan. Segala fenomena yang membentuk pola dan melibatkan hubungan antar individu atau individu dengan kelompok atau antar kelompok masyarakat adalah objek material sosiologi. Sedangkan objek formal sosiologi itu sendiri lebih menekankan pada perspektif atau cara pandang ilmu pengetahuan. Sosiologi mempelajari masyarakat yang saling berinteraksi satu sama lain sehingga interaksi, relasi, dan komuniasi sosial dapat diposisikan sebagai objek formal sosiologi. Sosiologi melihat individu sebagai makhluk sosial, bagian dari masyarakat dan terhubung pada jaringan sosial yang membentuk kelompok. Interaksi sosial menjadi objek formal sosiologi.

Nah, apakah Sahabat Teras sudah tau kalau ada banyak sekali tokoh Sosiologi yang membahas mengenai pokok bahasan dalam Sosiologi ? Nah pada kesempatan kali ini kita akan lebih jauh melihat objek atau pokok bahasan dari sosiologi yang diungkapkan oleh beberapa tokoh. Ada beberapa tokoh yang menjelaskan mengenai objek kajian sosiologi sebagai berikut :

(Baca juga : Ciri-ciri ilmu sosiologi)

Emile Durkheim

Pokok bahasan yang di sampaiakan oleh Emile Durkheim menjelaskan bahwa objek studi sosiologi adalah fakta-fakta sosial atau realitas sosial. Fakta sosial menurut Durkheim, harus dipelajari melalui kegiatan penelitian. Salah satu realitas sosial adalah kelompok-kelompok dalam masyarakat. Sosiologi mempelajari masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya.

Kelompok yang dibangun manusia dalam kehidupannya di masyarakat dapat berupa keluarga, suku bangsa, komunitas dan pemerintahan, organisasi sosial, organisasi keagamaan, organisasi politik, organisasi bisnis, dan lain-lain. Tindakan dalam interaksi antarkelompok, asal-usul pertumbuhan kelompok, dan pengaruh kegiatan kelompok terhadap anggotanya juga tidak lepas dari kajian sosiologi.

Max Weber 

Pokok bahasan dalam sosiologi yang di sampaikan oleh Max Weber adalah tindakan sosial. Tidak semua tindakan manusia tergolong tindakan sosial. Tindakan yang berorientasi kepada orang lainlah yang termasuk tindakan sosial. Ini berarti, bahwa sosiologi mempelajari interaksi manusia yang satu dengan manusia yang lain (interaksi sosial).

Interaksi sosial dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial, sehingga sosiologi juga merupakan kajian mengenai proses perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Weber berpendirian bahwa hanya individu-individulah yang nyata secara obyektif, dan masyarakat hanyalah satu nama yang menunjuk pada sekumpulan individu-individu.

Contoh dari tindakan sosial, misalnya ada seseorang yang bunuh diri karena frustasi dengan penyakit yang menahun maka itu tidak bisa dikatakan sebagai tindakan sosial. Namun, apabila seseorang melakukan bunuh diri karena merasa bersalah telah melakukan penganiayaan terhadap orang tuanya maka itu bisa di katakana sebagai tindakan sosial. Hal ini berarti bahwa tindakan sosial terjadi hanya jika seseorang melakukan tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain.

C. Wright Mills

Pokok bahasan sosiologi dikenal dengan khayalan sosiologis (the sociological imagination). Khayalan sosiologis diperlukan untuk dapat memahami apa yang ada dalam diri manusia maupun yang terjadi di masyarakat.Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah troubles dan issues. Troubles adalah permasalahan pribadi individu dan merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Issues merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu. Contoh, jika suatu sekolah hanya memiliki satu siswa yang tidak lulus atau tidak naik kelas, maka ketidaklulusan itu adalah trouble. Masalah individual ini pemecahannya bisa lewatpembelajaran ulang secara pribadi. Sementara jika di sekolah tersebut ada 45 siswa yang tidak lulus dari 50 siswa yang ada, maka ketidaklulusan tersebut merupakan issue, yang membutuhkan kajian lebih luas untuk pemecahannya.

Peter L. Berger 

Pokok bahasan sosiologi adalah pengungkapann realitas sosial. Dalam pengungkapan realitas sosial, seorang sosiolog harus mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah serta obyektif dengan mengesampingkan prasangka pribadi dan pengamatan secara jeli serta menghindari penilaian normatif. 

Lalu apa contoh dari realitas sosial itu sendiri ? Kali ini kita akan berbicara realitas sosial dalam keluarga. Keluarga adalah adalah salah satu realitas sosial. Lihatlah bagaimana keluarga kamu eksis. Sebelumnya, tentu saja tidak ada. Dalam keluarga, ada norma dan nilai yang disepakati bersama. Misal, keluargamu menyepakati bahwa nyolong duit itu tidak baik, minum dengan tangan kiri juga tidak elok, dan sebagainya. Tiba-tiba kamu lahir, tumbuh dan berkembang menjadi dewasa. Kamu menerima keluargamu yang melarangmu untuk nyolong duit sebagai sebuah kenyataan. Padahal keluargamu beserta nilai-nilai yang eksis itu adalah produk kesepakatan, interaksi dan habituasi, dimulai sebelum kamu lahir dan barang kali masih berlangsung ketika kamu hadir.

(Baca juga : Peran dan Fungsi Sosiologi dalam Masyarakat)

Jadi sudah paham kan Sahabat Teras mengenai Pokok bahasan / objek kajian sosiologi menurut beberapa ahli di atas ? Semoga bisa bermanfaat utnuk sahabat semuanya.

Namun perlu diketahui Sahabat Teras semua juga nihh, seiring berkembangnya zaman dan waktu pokok bahasan Sosiologi menjadi lebiih sangat luas sekali. Di era modern seperti sekarang ini pembahasan Sosiologi bisa terjadi di dunia maya, social media, kehidupan politik modern, identitas remaja muda dan berbagai media yang lain. Sehingga Sosiologi selalu mengikuti perkembangan sosial masyarakat yang ada.

Sumber

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2014. Sosiologi 1:Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta. Esis Erlangga