Ciri-Ciri Ilmu Sosiologi dan Contohnya. Apa saja ?

Sahabat Teras, perlu di ketahui Sosioloigi sebagai sebauh ilmu pengetahuan memiliki karakteristik yang sesuai dengan kaidah ilmu ilmiah. Karakteristik atau ciri-ciri ilmu sosiologi dalam padanganya dibutuhkan untuk mengategorikan bahwa sosiologi adalah ilmu terapan yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Karakteristik sosiologi sebagai ilmu pengetahuan antara lain: empiris, teoritis, kumulatif, dan non etis. Yuk kita simak penjelasan ciri-ciri sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan contohnya di bawah ini :

Empiris,

Artinya sosiologi sebagai ilmu pengetahuan didasarkan pada observasi terhadap kenyataan menggunakan akal sehat dan indra, sehingga hasilnya tidak bersifat spekulatif. Makna disini bahwa sosiologi merupakan ilmu bukan berdasarkan hasil spekulasi semata.

Contoh ciri empiris, misalnya saja adanya penelitian bahwa masyarakat etnis jawa dikenal sebagai masyarakat yang ramah dan dalam kehidupan sehari-hari selalu sopan santun yang dijunjung. Hal ini dibuktikan dengan pola perilaku yang dicerminkan pada kebudayaan masyarakat etnis jawa dalam kehisupan sehari-hari.  

(Baca juga : Sejarah Perkembangan Sosiologi)

Teoritis,

Artinya sosiologi sebagai ilmu pengetahuan selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil pengamatan empiris. Abstraksi merupakan penarikan kesimpulan yang menjelaskan hubungan sebab-akibat dari gejala-gejala sosial yang diteliti.

Contoh ciri teoritis, misalnya saja dalam pandangan yang dikemukakan leh Karl Mark mengenai Kelas Sosial yang mengakibatkan adanya konflik dalam masyarakat. Terutama masyarakat prolenter dan borjuis. Kajian ini didasari pada teori dan penelitian sosial yang dilakukan. Hal ini masih cocok ketika kita pada saat ini menganalisis adanya demo buruh yang didasarkan pada konflik karyawan dengan pemilik perusahaan dengan tidak adanya gaji yang setimpal dengan kerja keras karyawan.

Kumulatif,

Artinya sosiologi membangun argumen yang tidak turun begitu saja di ruang hampa, melainkan disusun atas teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Teori-teori tersebut merupakan hasil dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya.

Contoh ciri kumulatif, misalnya ada sebuah penelitian yang menunjukan pemakaian social media digunakan untuk menjalin hubungan pertemanan dengan teman yang jauh secara virtual. Namun seiring perkembangan waktu , sebuah penelitian lain menyebutkan bahwasanya social media di pakai untuk menunjukan eksistensi dan status sosial seorang individu.

Kumulatif sebagai ciri-ciri sosiologi artinya beberapa hasil penelitian tersebut dilibatkan dalam analisis sehingga kesimpulan baru yang sudah ada merupakan hasil akumulasi dari pengetahuan yang ada sebelumnya.

Non etis,

Artinya sosiologi membahas suatu permasalahan sosial tanpa mempersoalkan nilainya, yaitu baik atau buruknya suatu persoalan yang dibahas. Sosiologi lebih berkepentingan untuk menjelaskan mengapa suatu fenomena terjadi. Penjelasan tersebut juga harus logis, mendalam, dan mudah dipahami.

Contoh ciri Non Etis, ketika melakukan analisis mengenai anak jalanan yang mengemis kita tidak boleh memberi penilaian buruk terhadap anak jalanan tersebut. Namun, kita berusaha menguraiakan secara analitis kenapa anak jalanan bisa mengemis di jalanan dari berbagai sudut pandang, baik secara ekonomi, keluarga, sosial dan sebagaianya. Sosiologi bersifat non etis, artinya tidak menjustifikasi baik atau buruk suatu persoalan sosial.

Nah, Sahabat Teras juga peru tau bahwa Sosiologi dalam mempelajari masyarakat sebagai objek kajian memfokuskan studinya pada hal-hal seperti hubungan timbal-balik antara manusia satu dan manusia lainnya, hubungan antara individu dan kelompok. hubungan antara kelompok yang satu dan kelompok lainnya, proses yang timbul dari hubungan-hubungan tersebut dalam masyarakat.

(Baca juga : Objek Kajian Sosiologi Menurut Ahli)

Sosiologi secara umum berfokus pada studi tentang perilaku manusia dalam masyarakat. Namun para sosiolog umumnya memiliki pendekatan yang berbeda-beda dalam melihat objek sosiologi. Ada sosiolog yang mungkin lebih tertarik untuk mengupas tentang perilaku menyimpang pada manusia (sosiologi criminal), ada juga yang mungkin lebih tertarik mengupas tentang aspek politik dari kehidupan sosial masyarakat (sosiologi politik). Ketertarikan yang berbeda-beda tersebut menumbuhkan berbagai spesialisasi dan subilmu dalam sosiologi.

Sosiologi mengenal dua macam metode ilmiah yaitu metode kualitatif (dipakai apabila subjek penelitian tidak dapat diukur) dan metode kuantitatif (mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka atau gejala-gejala yang diukur dengan skala, indeks, table, atau uji statistic).

Jadi ? Sudah lebih tau kan sekarang sahabat Teras semua mengenai ciri-ciri / kharakter dari Sosiologi ? Yuk, buka materi yang lain untuk memperdalam kalian semua mengenai materi-materi Sosiologi…

Sumber :

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2014. Sosiologi 1:Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta. Esis Erlangga